Pemkab Dharmasraya Gelar Lomba Perpustakaan Nagari Terbaik 2026, Hadiah Puluhan Juta Menanti
Rahmadi May 06, 2026 11:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, DHARMASRAYA - Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat, terus berupaya memperkuat fondasi sumber daya manusia melalui penguatan budaya literasi di tingkat tapak.

Melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, pemerintah daerah setempat resmi meluncurkan Lomba Perpustakaan Desa/Nagari Terbaik tingkat kabupaten tahun 2026.

Langkah ini bukan sekadar ajang kompetisi tahunan, melainkan strategi besar untuk menghidupkan kembali fungsi perpustakaan sebagai pusat peradaban di tingkat desa.

Pemerintah meyakini bahwa akses terhadap pengetahuan harus dimulai dari lingkungan terdekat masyarakat, yakni nagari.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Dharmasraya, M. Syukri, menjelaskan bahwa lomba ini dirancang untuk memacu kreativitas pengelola perpustakaan.

Baca juga: Wali Kota Padang Hari Ini 6 Mei 2026: Pantau Puskesmas Ulak Karang hingga Exit Meeting BPK

Tujuannya adalah memastikan perpustakaan tidak lagi dipandang sebagai gudang buku yang sunyi dan berdebu.
Dalam keterangannya di Pulau Punjung, Selasa (5/5/2026), Syukri menegaskan bahwa penguatan literasi adalah pilar utama pembangunan daerah.

Hal ini selaras dengan visi kepemimpinan Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani dan Wakil Bupati Leli Arni.

“Pembangunan manusia merupakan fondasi utama bagi kemajuan daerah. Kegiatan ini menjadi langkah konkret kami dalam mewujudkan visi pimpinan untuk mencetak generasi Dharmasraya yang unggul dan berdaya saing,” ujar Syukri.

Transformasi perpustakaan menjadi fokus utama dalam penilaian tahun ini.

Pemerintah daerah tidak lagi hanya menitikberatkan pada aspek fisik atau jumlah koleksi buku yang tersedia di rak-rak perpustakaan nagari.

Baca juga: Pemkab Solok Selatan Renovasi 264 Rumah Tak Layak Huni, Salurkan Dana BSPS Rp 20 Juta Per Unit

Menurut Syukri, perpustakaan nagari di masa depan harus mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang inklusif.

Ruang ini diharapkan menjadi tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri melalui literasi yang relevan.

“Perpustakaan harus menjadi ruang belajar masyarakat yang terbuka. Di sana, pelajar hingga kelompok produktif harus bisa mendapatkan akses pengetahuan yang dapat dikonversi menjadi keterampilan nyata,” tambahnya.

Indikator keberhasilan sebuah perpustakaan nagari kini dilihat dari seberapa besar dampak program yang dijalankan terhadap kehidupan warga sekitar.

Program-program inovatif yang mampu menjawab tantangan zaman menjadi poin krusial dalam penilaian lomba kali ini. Untuk menjaga kualitas kompetisi, terdapat kriteria ketat bagi para peserta.

Baca juga: Arah Pembangunan Ekonomi Sumbar Harus Bersifat Integratif

Lomba ini dikhususkan bagi perpustakaan desa atau nagari yang telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dan telah beroperasi minimal selama tiga tahun.

Persyaratan administratif ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa perpustakaan yang ikut serta memang memiliki rekam jejak pelayanan yang konsisten.

Integritas data pun dijaga melalui sistem pendaftaran digital yang telah disediakan oleh panitia.

Masa pendaftaran dan pengisian instrumen penilaian telah dibuka sejak 23 April lalu dan akan berakhir pada 22 Mei 2026.

Panitia memanfaatkan platform digital dan QR Code untuk memudahkan para pengelola perpustakaan di pelosok nagari dalam menyerahkan berkas.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi para pengelola di tingkat akar rumput, Pemkab Dharmasraya menyiapkan total hadiah sebesar Rp18 juta.

Baca juga: Ekonom Unand Ingatkan Kerentanan Besar di Balik Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 5,02 Persen

Jumlah ini dibagi untuk beberapa kategori pemenang, mulai dari Juara I hingga Juara Harapan III.

Pemenang utama akan membawa pulang hadiah sebesar Rp5 juta, diikuti juara kedua sebesar Rp4 juta, dan juara ketiga senilai Rp3 juta. Selain uang tunai, para pemenang juga akan mendapatkan trofi serta piagam penghargaan sebagai simbol prestasi dalam memajukan literasi.

Melalui stimulus ini, Pemkab Dharmasraya berharap akan muncul model-model perpustakaan percontohan yang inovatif. Ke depan, perpustakaan nagari diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif berbasis pengetahuan di wilayah masing-masing.

Pemerintah daerah optimis bahwa dengan menguatnya budaya baca dan akses informasi di tingkat nagari, kualitas hidup masyarakat Dharmasraya akan meningkat secara signifikan.

Inisiatif ini menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan jiwa dan nalar masyarakatnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.