30 Pikap Mahindra Dilepas ke Desa, Banyumas Tancap Gas Jalankan KDMP
muh radlis May 06, 2026 12:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sebanyak 30 unit mobil pikap Mahindra 4x4 resmi dilepas dan didistribusikan untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). 


Pelepasan dan pendistribusian dilakukan di Kodim 0701 Banyumas, Rabu (6/5/2026).


Danrem 071/Wijayakusuma, Kolonel Infanteri Lukman Hakim, menyampaikan pendistribusian kendaraan ini menjadi langkah awal dalam mengoptimalkan aktivitas koperasi desa di Banyumas.


"Pada tahap awal ini sekitar 30 unit kendaraan telah didistribusikan ke sejumlah titik operasional KDMP. 


Distribusi dilakukan secara bertahap karena belum seluruh titik KDMP terhubung," jelasnya kepada Tribunbanyumas.com.


Ia menambahkan, ke depan jumlah kendaraan yang disalurkan akan terus bertambah mengikuti kebutuhan operasional di lapangan.


Menurut Lukman, kendaraan jenis pick up 4x4 dipilih karena kemampuannya menjangkau wilayah pedesaan hingga pelosok. 

Baca juga: Kecelakaan Maut Pikap Angkut Santri Terguling, 1 Meninggal 13 Luka


Kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas koperasi, mulai dari mengangkut hasil pertanian hingga mendistribusikan produk-produk yang dijual melalui Koperasi Merah Putih.


"Harapannya ini bisa mendukung mobilitas hasil-hasil pertanian dari desa untuk dipasarkan, sekaligus distribusi barang kebutuhan koperasi," ujarnya.


Lebih lanjut, ia mengungkapkan dari 167 KDMP di Kabupaten Banyumas yang sudah berdiri, sebanyak 74 unit di antaranya telah selesai dibangun atau mencapai 100 persen.


Rencananya terdapat sekitar 41 titik KDMP yang direncanakan akan diluncurkan secara resmi oleh Presiden Prabowo Subianto dalam waktu mendatang.


Sebelum peluncuran resmi tersebut, lanjutnya, akan dilaksanakan launching pendahuluan secara serentak pada 16 Mei 2026 bersama sejumlah wilayah lain di seluruh Indonesia.


"Terkait kendaraan, secara teknis sudah bisa digunakan. 


Namun operasional penuh koperasi akan dimulai setelah peluncuran resmi tanggal 16 Mei, sehingga nanti bisa dimaksimalkan," tambahnya.


Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, menilai kendaraan operasional Mahindra asal India tersebut memiliki kualitas yang sangat baik dan cocok mendukung sektor pertanian di wilayah pedesaan.


Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki mesin yang kuat serta material pelat yang tebal, sehingga tangguh digunakan sebagai angkutan hasil pertanian.


"Mesinnya kuat, pelatnya tebal, sangat cocok untuk angkutan pertanian," ujarnya.


Terkait program Koperasi Desa Merah Putih, Sadewo berharap pengelolaan koperasi dapat dilakukan secara profesional. 


Ia menyebut dalam struktur KDMP terdapat koordinator yang bertugas mengawasi sekaligus membantu manajemen koperasi.


"Saya yakin kalau dikelola profesional, dengan adanya koordinator yang mengawasi dan membantu manajemen, koperasi ini bisa berjalan dengan baik," katanya.


Ia juga optimistis program ini dapat berjalan optimal di Banyumas. 


Dengan jumlah 331 desa dan kelurahan, bahkan di beberapa wilayah terdapat lebih dari satu koperasi, total KDMP yang direncanakan mencapai sekitar 335 unit.


Dari sisi pemerintah daerah, Sadewo menegaskan Pemkab Banyumas memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut, mengingat KDMP merupakan bagian dari proyek strategis nasional.


Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah kendala di lapangan, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa. 


Sebagian lahan yang ada masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).


"Memang ada tantangan, terutama soal lahan. 


Tapi kami optimistis bisa diselesaikan melalui koordinasi dan pembahasan bersama," ungkapnya.


Dalam kesempatan itu, Sadewo juga membagikan pengalamannya terkait kendaraan produksi India. 


Ia mengaku pernah memiliki mobil pick up merek Tata pada tahun 2016 - 2017.


Menurutnya, kendaraan tersebut memiliki mesin yang cukup kasar, namun sangat kuat dari segi bodi. 


Ia bercerita pernah mengalami kecelakaan dengan truk, namun kendaraannya tetap kokoh.


"Waktu itu pernah tabrakan dengan truk, justru truknya yang penyok, mobil saya tetap kuat," kenangnya.


Ia menambahkan, kendaraan asal India memang dikenal tangguh dan bandel, meskipun pada generasi sebelumnya memiliki suara mesin yang kasar.


Namun saat mencoba Mahindra terbaru, ia mengaku terkejut karena kualitasnya jauh lebih baik, dengan suara mesin yang lebih halus dan kenyamanan yang meningkat.


"Sekarang sudah jauh lebih halus, lebih nyaman. 


Ini kemajuan teknologi otomotif India," jelasnya.


Dengan berbagai keunggulan tersebut, Sadewo menilai kendaraan Mahindra sangat tepat digunakan mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih, khususnya dalam menunjang aktivitas pertanian dan distribusi hasil produksi masyarakat desa. (jti) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.