TRIBUNNEWS.COM - Bukan hanya Arsenal yang senang dengan kekalahan Atletico Madrid di babak semifinal Liga Champions.
Ada pihak lain yang juga tak kalah gembira dengan kekalahan wakil Spanyol tersebut di fase empat besar.
Adalah pemain Barcelona, Raphinha, yang barangkali menjadi pihak yang tak kalah riang dengan hasil tersebut.
Hal tersebut berhubungan dengan pertandingan perempat final yang dijalani Raphinha bersama Barcelona saat berhadapan dengan Atletico Madrid.
Pada momen itu, Atletico Madrid berhasil memulangkan Barcelona yang bisa dibilang lebih difavoritkan.
Saat pertandingan leg kedua di markas Atletico Madrid berakhir, Raphinha berusaha menyapa penggemar El Barca yang hadir.
Baca juga: Jadwal Final Liga Champions, Kesempatan Kedua Arsenal Berakhir Juara?
Namun di tengah prosesi itu, pemain asal Brasil tersebut teralihkan dengan para penggemar Atletico Madrid yang seperti menjelekkan Barcelona.
Ia tak ambil pusing dengan itu dan hanya membalas lewat gestur tangan dan sedikit ucapan dari mulutnya.
Raphinha menyiratkan Atletico Madrid tak perlu terlalu senang dengan kemenangan tersebut.
Pasalnya mereka akan gantian gugur di fase selanjutnya, yaitu semifinal.
"Kalian akan gugur di babak berikutnya," kata Raphinha sembari menggunakan gestur tangannya, dikutip dari DAZN.
Benar saja, akhirnya Atletico Madrid tumbag dari Arsenal dengan agregat skor 2-1.
Arsenal berhasil mencari celah di pertahanan Atletico Madrid saat Barcelona gagal memanfaatkannya.
Kelolosan Arsenal
Kemenangan tipis 1-0 di leg kedua ini sudah cukup memastikan Arsenal lolos ke final dengan agregat kemenangan 2-1 atas Atletico Madrid.
Hal tersebut sekaligus mencatatkan sebuah rekor baru bagi klub berjuluk The Gunners ini.
Mereka baru saja mencatatkan 14 kemenangan beruntun di Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya.
Tim asuhan Mikel Arteta mengawali rekor ini dengan kemenangan atas Athletic Bilbao.
Setelah itu, bergantian antara Olympiacos, Atletico Madrid, Slavia Prague, Bayern Munchen, Club Brugge, Inter Milan, dan Kairat yang gagal mengantongi kemenangan saat berjumpa Arsenal.
Ada juga Bayer Leverkusen (2 kali), Sporting CP (2 kali), dan Atletico Madrid (2 kali), yang menambah panjang daftar kemenangan atau hasil tak terkalahkan mereka di Eropa.
Lolosnya mereka ke final Liga Champions juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi wakil Inggris pada umumnya.
Tim asal negeri Raja Charles itu cukup rajin tampil di final kompetisi antarklub elite Eropa ini setidaknya dalam 8 edisi terakhir.
Arsenal mengikuti langkah dari Liverpool, Tottenham, Manchester City (2 kali), dan Chelsea yang berhasil tampil di final Liga Champions Eropa.
Sayangnya baru Manchester City dan Liverpool saja yang bisa menggondol trofi juara dalam kurun waktu tersebut.
Moncernya performa Arsenal di Liga Champions, salah satunya didukung penampilan prima sosok penjaga gawang mereka, David Raya.
Raya, pada musim 2025/2026, berhasil mencatatkan clean sheets atau tak kebobolan cukup banyak.
Ia tak kebobolan di 9 pertandingan Liga Champions Arsenal musim ini.
Pencapaian ini menyamai prestasi mantan kiper Chelsea, Edouard Mendy, yang pernah mencatatkan jumlah yang sama.
Jika Raya berhasil menorehkan clean sheet lagi di final, ia akan melewati catatan Mendy tersebut.
Secara umum, lini belakang The Gunners memang ciamik dan disiplin musim ini.
Mereka mencatatkan total 30 kali clean sheets di semua kompetisi musim ini.
Prestasi itu mengulang pencapaian mereka pada musim 1993/1994 silam.
(Tribunnews.com/Guruh)