TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - KM Dobonsolo, salah satu kapal penumpang tipe 2.000 milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), saat ini sedang menjalani docking tahunan.
Kondisi ini berdampak pada penyesuaian jadwal kedatangan kapal penumpang di Pelabuhan Manokwari untuk periode Mei 2026.
Kepala Operasional Pelni Cabang Manokwari, Abdul Rais Akbar, menjelaskan bahwa pada bulan Mei hanya terdapat tiga kapal penumpang tipe 2.000 yang akan menyinggahi Pelabuhan Manokwari.
“Biasanya ada empat kapal penumpang tipe 2.000 yang masuk, termasuk KM Dobonsolo. Namun karena KM Dobonsolo sedang menjalani docking tahunan, maka bulan Mei ini hanya tiga kapal yang beroperasi,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
Pengurangan armada ini dipastikan berdampak pada kapasitas angkut penumpang, distribusi barang, serta kendaraan yang menggunakan jasa transportasi laut di Manokwari.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan lebih awal, termasuk membeli tiket jauh hari sebelum jadwal keberangkatan.
“Kami mengimbau calon penumpang agar menyesuaikan jadwal dan membeli tiket lebih awal untuk menghindari kehabisan,” jelas Abdul Rais.
Baca juga: Jadwal Kapal KM Sinabung Mei 2026 Terbaru, Rute Surabaya–Jayapura Lengkap Jam Singgah
Ia menambahkan, sistem pembelian tiket saat ini semakin mudah dan fleksibel karena dapat dilakukan secara online melalui kanal resmi.
“Pembelian tiket bisa dilakukan melalui aplikasi Pelni Mobile, GoPay, maupun channel resmi lainnya untuk memudahkan masyarakat,” katanya.
Meski jumlah armada berkurang, Pelni Manokwari menegaskan tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Abdul Rais juga mengingatkan seluruh penumpang agar mematuhi ketentuan selama perjalanan, termasuk menjaga kebersihan dan ketertiban di atas kapal demi kenyamanan bersama.
“Kami berharap penumpang dapat mematuhi aturan serta menjaga kebersihan agar perjalanan tetap aman dan nyaman hingga sampai ke tujuan,” pungkasnya.
Dengan adanya penyesuaian jadwal dan armada ini, masyarakat diharapkan lebih proaktif dalam merencanakan perjalanan, terutama pada periode dengan mobilitas tinggi di wilayah Papua Barat.