TRIBUNNEWS.COM, AGAM - Bencana tanah longsor menerjang Kecamatan IV Koto dan Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, Selasa (5/5/2026) malam.
Kepala BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, mengatakan longsor paling parah terjadi di Jorong Kampuang Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto.
Baca juga: Sumedang Kembali Diterjang Longsor, Akses Menuju Kebun Teh Cisoka Terputus
"Di Kecamatan IV Koto, material longsor menimpa tiga unit rumah semi permanen milik warga. Total ada tujuh jiwa yang terdampak dalam kejadian tersebut," kata Rahmad Lasmono, Rabu (6/5/2026).
Longsor mengakibatkan seorang warga bernama Awal (56) meninggal dunia.
Korban sempat dilaporkan tertimbun material longsor saat proses pencarian berlangsung.
Dia ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari tujuh korban terdampak, enam orang berhasil dievakuasi ke Rumah Sakit Achmad Mochtar Bukittinggi.
Mereka masing-masing:
Selain merusak rumah warga, material longsor juga sempat menutup akses jalan di kawasan tersebut sehingga kendaraan sempat tidak dapat melintas.
Tak hanya di Kecamatan IV Koto, longsor juga terjadi di Kecamatan Matur.
Rahmad Lasmono menyebutkan, di Jorong Parik Panjang, Nagari Parik Panjang, material longsor menutupi badan jalan sehingga arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup.
"Di Kecamatan Matur juga terdapat material longsor disertai pohon tumbang yang menutup akses jalan. Setelah dilakukan pembersihan, jalur sudah dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup," ujarnya.
Setelah menerima laporan kejadian, BPBD Kabupaten Agam langsung berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari setempat.
Petugas kemudian turun ke lapangan untuk melakukan asesmen, pendataan, serta penanganan awal di lokasi terdampak.
Proses penanganan melibatkan unsur gabungan dari BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, PMI Kabupaten Agam, Kelompok Siaga Bencana (KSB), dan masyarakat.
"Hujan dengan intensitas tinggi menjadi pemicu utama terjadinya longsor di beberapa titik. Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang berada di kawasan lereng dan perbukitan, agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan," kata Rahmad Lasmono.
Penulis: Fajar Alfaridho Herman