TRIBUNNEWS.COM – Didier Deschamps dipastikan akan menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai panggung terakhirnya bersama Timnas Prancis. Turnamen tersebut diharapkan menjadi penutup manis dari perjalanan panjangnya sebagai pelatih Les Bleus.
Keputusan Deschamps untuk mundur setelah 2026 menandai akhir dari era yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Deschamps mulai menukangi timnas Prancis sejak 8 Juli 2012, dan menjadi salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola negara tersebut.
“Saya sudah di sini sejak 2012 dan akan bertahan hingga 2026 dan Piala Dunia berikutnya. Tapi itu akan berakhir di sana karena harus,” ujar Deschamps dalam wawancara dengan TF1.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada rencana untuk memperpanjang masa jabatannya setelah turnamen tersebut.
Sementara itu, Zinedine Zidane akan menggantikan Didier Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis, dengan kesepakatan lisan telah tercapai dengan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF), dikutip dari ESPN.
Didier Claude Deschamps bukan sosok sembarangan dalam sepak bola Prancis.
Sebelum sukses sebagai pelatih, ia terlebih dahulu mencatatkan karier gemilang sebagai pemain. Ia mengoleksi lebih dari 100 caps bersama timnas dan menjadi kapten saat Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 serta Euro 2000.
Setelah gantung sepatu pada 2001 bersama Valencia, Deschamps langsung memulai karier kepelatihannya.
Baca juga: Profil Ralf Rangnick di Piala Dunia 2026: Berawal dari Bola Voli, Austria Bakal Mode Kuda Besi
Deschamps memulai kepelatihannya dengan menangani AS Monaco dan sempat membawa klub tersebut tampil impresif di kompetisi Eropa.
Namanya semakin dikenal saat dipercaya melatih Juventus pada masa sulit akibat skandal Calciopoli. Deschamps sukses membawa Juventus kembali promosi ke Serie A sebelum akhirnya mundur.
Deschamps kemudian melatih Olympique de Marseille pada 2009 hingga 2012, sebelum akhirnya ditunjuk oleh Federasi Sepak Bola Prancis untuk menangani tim nasional menggantikan Laurent Blanc.
Turnamen besar pertama Deschamps sebagai pelatih adalah Piala Dunia 2014, di mana ia membawa Prancis mencapai perempat final sebelum disingkirkan Jerman.
Dua tahun kemudian, ia hampir mempersembahkan trofi di Euro 2016. Namun, Prancis harus puas sebagai runner-up setelah kalah dari Portugal di final.
Puncak kejayaan Deschamps datang pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Ia sukses membawa Prancis menjadi juara setelah mengalahkan Kroasia 4-2 di final.
Empat tahun berselang, Deschamps kembali membawa timnya ke final Piala Dunia 2022. Sayangnya, Les Bleus harus mengakui keunggulan Argentina lewat adu penalti setelah bermain imbang 3-3 selama 120 menit.
Pasca Piala Dunia 2022, sejumlah pemain senior seperti Hugo Lloris, Raphael Varane, Olivier Giroud, dan Antoine Griezmann mulai meninggalkan tim nasional.
Namun, Prancis tetap memiliki kedalaman skuad yang luar biasa.
Nama-nama seperti Kylian Mbappe, Michael Olise, dan Ousmane Dembele menjadi tulang punggung generasi baru yang siap bersinar.
Dengan nilai skuad yang mencapai triliunan rupiah dan kualitas pemain di semua lini, Prancis tetap menjadi salah satu favorit juara di Piala Dunia 2026.
Bahkan menurut data Opta, Les Bleus berada di urutan kedua kandidat terkuat untuk memenangkan Piala Dunia 2026.
Prancis memiliki persentase juara sebesar 14 persen. Sementara Spanyol menjadi yang terdepat dengan 17 persen.
Jika mampu membawa Prancis kembali berjaya, Deschamps berpeluang menutup karier kepelatihannya dengan cara yang sempurna.
(Tribunnews.com/Ali)