BRIN Ungkap Titik-titik Krusial Program MBG, Keracunan Bisa Dicegah
GH News May 06, 2026 05:10 PM
Jakarta -

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah berjalan lebih dari satu tahun lamanya. Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi BRIN, Prof Dr Dede Anwar Musadad, mengatakan ada critical control points (CCP) dalam penyelenggaraan program tersebut.

CCP adalah titik-titik krusial dalam setiap tahapan pengelolaan pangan yang harus diawasi secara ketat untuk mencegah risiko kesehatan.

Dede menjelaskan, keamanan pangan memiliki dasar hukum yang kuat di Indonesia. Regulasi ini menekankan pentingnya pangan yang aman, higienis, bermutu, dan bergizi.

"Keamanan pangan bertujuan mencegah cemaran biologis, kimia, maupun benda lain yang dapat membahayakan kesehatan manusia," tegasnya dalam laman BRIN dikutip Rabu (6/5/2026).

Sumber Keracunan MBG

Dede menyoroti kasus keracunan pangan dalam pelaksanaan program MBG. Menurutnya, ada berbagai sumber cemaran pangan, termasuk faktor fisik, biologis, kimia, hingga alergen.

Ada empat patogen yang kerap ditemukan dalam kasus kontaminasi pangan, seperti:

1. Escherichia coli2. Bacillus cereus3. Staphylococcus aureus4. Salmonella.

Titik kritis yang menyimpan risiko terbesar pengolahan makanan ada pada proses memasak, penyimpanan makanan matang, serta lamanya waktu konsumsi.

Selain itu, Dede melihat kompleksitas program MBG yang menjangkau puluhan juta penerima manfaat. Skala besar dan panjangnya rantai distribusi berisiko meningkatkan kontaminasi.

"Produksi pangan dalam jumlah besar dengan proses yang panjang meningkatkan potensi kontaminasi, terutama karena kelompok sasaran seperti anak sekolah termasuk kelompok rentan," ungkapnya.

KeracunanMBG Dapat Dicegah

Menurutnya, keracunan pangan MBG sebenarnya dapat dicegah. Dede menekankan pentingnya penerapan sanitasi secara menyeluruh di seluruh rantai proses pangan. Menurutnya, setiap pihak yang terlibat memiliki tanggung jawab dalam mengendalikan risiko.

"Setiap pihak yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko, baik dari bahan, peralatan, maupun lingkungan," jelasnya.

Selain itu, Dede mengingatkan jika standar operasional MBG masih belum seragam. Ia mendorong standar pelayanan dan pengelolaan agar diperkuat.

"Program ini masih terus berkembang, sehingga standar pelayanan dan pengelolaannya perlu diperkuat," sarannya.

Nikita Rosa
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.