Upaya Konservasi Berhasil, 3 Harimau Benggala Lahir di Taman Safari Prigen, 1 Warna Putih Langka
Samsul Arifin May 06, 2026 05:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Galih Lintartika

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Kabar menggembirakan datang dari Taman Safari Indonesia Prigen.

Komitmen pelestarian satwa langka kembali membuahkan hasil di Taman Safari Indonesia Prigen.

Tiga anak harimau benggala (Panthera tigris tigris) lahir dalam kondisi sehat pada awal Maret 2026, menjadi penegas bahwa upaya konservasi yang dijalankan terus berjalan konsisten.

Kelahiran terjadi dalam dua tahap. Pada Sabtu (1/3/2026), dua anak harimau betina berwarna oranye lahir lebih dulu.

Dua hari kemudian, Senin (3/3/2026), pasangan induk Anja dan Rinjani kembali melahirkan satu anak harimau yang memiliki warna putih langka.

Baca juga: Sosok Gordon yang Gunduli Hutan Habitat Harimau dan Gajah Riau, Sewa Alat Berat Rp 9 Juta Per Hektar

Harimau Putih Jadi Indikator Keberhasilan Genetik

Kemunculan harimau putih ini menjadi indikator penting keberhasilan pengelolaan genetik dalam program konservasi.

Warna tersebut muncul dari gen resesif yang jarang, sekaligus menandakan keberagaman genetik tetap terjaga dengan baik.

Komisaris Taman Safari Indonesia Willem Manansang menyebut kelahiran ini sebagai capaian strategis dalam mendukung pelestarian satwa yang terancam punah.

“Ini bukan sekadar kelahiran, tapi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan spesies. Dari perkawinan silang yang kami lakukan, akhirnya muncul kembali harimau benggala putih,” ujarnya dalam rilis yang diterima (6/5/2026).

Baca juga: Ibu-ibu Nekat Keluar Mobil saat Keliling Taman Safari, Aksinya di Kandang Jerapah Jadi Sorotan

Upaya Konservasi Berkelanjutan

Ia menegaskan, program konservasi tidak berhenti pada proses kelahiran, tetapi berlanjut pada pengelolaan populasi secara berkelanjutan.

Salah satunya melalui pertukaran satwa antar lembaga untuk menjaga kualitas genetik.

“Secara genetik harus terus dijaga. Kami juga melakukan pertukaran dengan unit lain agar tidak terjadi penurunan kualitas keturunan,” tambahnya.

Sementara itu, dokter hewan TSI Prigen M. Nanang memastikan ketiga anak harimau dalam kondisi sehat dan terus dipantau.

Perhatian utama saat ini difokuskan pada induk agar mampu memberikan asupan terbaik bagi anak-anaknya.

“Kami pastikan nutrisi induk terpenuhi dengan baik. Pakan dan suplemen diberikan agar proses menyusui optimal dan anak tetap sehat,” jelasnya.

Harimau benggala sendiri merupakan salah satu spesies yang menghadapi ancaman kepunahan di habitat aslinya.

Karena itu, keberhasilan penangkaran di lembaga konservasi menjadi bagian penting dalam menjaga populasi global.

Kelahiran tiga anak harimau ini menjadi bukti bahwa konservasi bukan sekadar wacana, tetapi kerja nyata yang terus dijaga. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.