51 Warga Binaan Lapas Nunukan Ikut Sekolah Paket A hingga C di PKBM Lanuka, Edo: Senang Bisa Belajar
Junisah May 06, 2026 05:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN-Sebanyak 51 warga binaan pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Nunukan mendapat kesempatan kedua untuk mengenyam pendidikan melalui program PKBM Lanuka, Selasa (5/5/2026).

Program ini menghadirkan pembelajaran Paket A, Paket B, hingga Paket C yang setara dengan jenjang SD, SMP, dan SMA. Para peserta dibagi dalam beberapa kelompok belajar sesuai tingkat pendidikan masing-masing.

Ketua PKBM Lanuka, Eko Novyanto, menegaskan pihaknya serius dalam memberikan akses pendidikan bagi warga binaan.

“Pembelajaran ini akan terus kami jalankan. Kami pastikan fasilitas, baik tutor maupun sarana pendukung lainnya, tersedia agar WBP tetap bisa mendapatkan pendidikan terbaik meskipun berada di dalam lapas,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: WBP Lapas Nunukan Bikin Batik Tulis Khas Lulantatibu, Tembus hingga Pasar Internasional

Tak hanya itu, Kepala Lapas Kelas IIB Nunukan, Donny Setiawan, juga mengungkapkan pihaknya akan terus memantau jalannya program tersebut.

Donny Setiawan menilai antusiasme para peserta menjadi sinyal positif keberhasilan program pendidikan di dalam lapas.

“Antusias yang baik dari peserta PKBM ini diharapkan membuat mereka lebih serius belajar, sehingga materi yang diberikan dapat dipahami dengan baik. Kami ingin hak pendidikan mereka tetap terpenuhi,” katanya.

Salah satu peserta Paket C, Edo, mengaku sangat bersyukur bisa kembali belajar.

“Senang bisa belajar di sini. Walaupun di dalam lapas, kami tetap diberi kesempatan untuk melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.

WBP Lapas Nunukan ikut paket A 02 06052026
LAPAS NUNUKAN - Sebanyak 51 warga binaan Lapas Nunukan mengikuti kegiatan pembelajaran Paket A, B, dan C di PKBM Lanuka, Selasa (5/5/2026). Program ini menjadi upaya pemenuhan hak pendidikan bagi WBP agar tetap dapat melanjutkan sekolah meski menjalani masa pidana.

Program PKBM Lanuka ini bukan sekadar aktivitas pengisi waktu, melainkan upaya nyata membekali warga binaan dengan pendidikan yang dapat menjadi bekal saat kembali ke masyarakat.

Dengan target kelulusan dan perolehan ijazah, para WBP diharapkan keluar dari lapas tidak hanya membawa status bebas, tetapi juga masa depan baru yang lebih cerah.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.