Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere
TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Intensitas hujan yang tinggi disertai buruknya sistem drainase menyebabkan ruas jalan menuju Jalan Baru di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, tergenang air, Rabu (6/5/2026).
Kondisi tersebut memicu aksi warga sekitar. Mereka yang kesal, memalang jalan sebagai bentuk protes karena genangan air tidak kunjung surut dan tidak ada penanganan dari pemerintah.
Salah satu warga Jalan Makarena, Deki yang ditemui Tribun-Papua.com sekitar pukul 14.00 WIT mengatakan, hujan deras sejak siang hari membuat saluran drainase meluap hingga menggenangi badan jalan.
“Hujan deras tadi dari jam satu siang sampai jam setengah tiga, makanya jalan ini tergenang air,” ujarnya.
Baca juga: Sebut Polisi Tebang Pilih, Penanggung Jawab Aksi Wamena Siap Boyong Seluruh Massa ke Mapolres
Berdasarkan pantauan Tribun-Papua.com pada pukul 14.30 WIT, ruas jalan menuju Jalan Baru hingga akses ke bandara terendam air. Bahkan, beberapa rumah warga di pinggir jalan turut terdampak genangan.
Sejumlah warga, termasuk anak-anak, terlihat menghadang kendaraan yang hendak melintas. Mereka berteriak meminta pengendara tidak melintas karena kondisi jalan yang terendam banjir.
Seorang pedagang di sekitar lokasi, Susilawati, mengungkapkan genangan air sudah terjadi selama dua hari, dengan kondisi hari ini lebih parah dibanding sebelumnya.
“Sudah dua hari rumah tergenang. Kalau tidak dipalang, mobil lalu lalang bikin gelombang air masuk terus ke rumah,” katanya.
Baca juga: Target Ending AIDS 2030 di Fakfak Terganjal Temuan 6 Kasus HIV Baru
Hal senada disampaikan warga Jalan Baru, Ona Katagame. Ia menjelaskan, genangan air yang masuk ke rumah membuat warga kesulitan beristirahat.
“Kami sudah dua hari seperti ini. Kalau musim hujan selalu banjir, kami tidak bisa tidur. Di dapur sudah tergenang, kasur dan barang-barang kami naikkan,” ujarnya.
Menurut Ona, banjir diperparah oleh adanya bangunan yang menghambat aliran air pada saluran drainase, sehingga saat hujan deras air meluap ke jalan hingga masuk ke rumah warga.
Baca juga: Pemkab Jayapura Setop Rekrutmen Karena Tidak Mampu Bayar Pegawai Baru
"Ini bukan baru, banjir ini sudah lama kalau hujan deras begini kami korban bersama dua rumah ini," ungkapnya.
Warga mengaku kecewa karena belum ada penanganan dari pihak terkait. Mereka berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan drainase agar aktivitas warga kembali normal dan mereka bisa beristirahat dengan aman.(*)