Sebut Polisi Tebang Pilih, Penanggung Jawab Aksi Wamena Siap Boyong Seluruh Massa ke Mapolres
Marius Frisson Yewun May 06, 2026 05:15 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Penanggung jawab aksi demonstrasi bertajuk Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan di Papua Pegunungan, Yusup Yikwa, menyatakan sikap tegas menolak pemanggilan sejumlah peserta aksi oleh aparat kepolisian. Ia menilai langkah tersebut berlebihan dan cenderung menekan aktivis serta mahasiswa yang terlibat dalam aksi pada 27 April 2026.

Dalam keterangannya, Yikwa yang mewakili kelompok organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung menyebut bahwa dirinya bersama Koordinator Lapangan (Korlap) sebelumnya telah memenuhi panggilan dan menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Namun, pemanggilan lanjutan terhadap belasan peserta aksi sehingga dinilai tidak proporsional.

“Ada 12 orang yang dipanggil, tetapi kami menyatakan tidak akan hadir. Sebaliknya, kami akan mengimbau seluruh massa aksi yang turun pada 27 April untuk hadir bersama dan memberikan klarifikasi secara terbuka,” ujar Yikwa di Wamena, Kamis, (06/05/2026).

Baca juga: Target Ending AIDS 2030 di Fakfak Terganjal Temuan 6 Kasus HIV Baru

Ia menegaskan, pihaknya siap menghadirkan ribuan massa aksi ke Polres Jayawijaya guna memberikan keterangan secara kolektif. Menurutnya, langkah ini merupakan bentuk transparansi sekaligus kritik terhadap proses penyelidikan yang dinilai tidak menyentuh akar persoalan.

Yikwa juga mempersoalkan penanganan aparat saat aksi berlangsung. Ia mengklaim bahwa insiden kericuhan bermula ketika sekelompok peserta aksi sedang berdoa, lalu diduga terganggu oleh oknum aparat intelijen yang mengambil dokumentasi tanpa izin. Situasi kemudian memanas hingga terjadi aksi saling dorong.

Baca juga: Pemkab Jayapura Setop Rekrutmen Karena Tidak Mampu Bayar Pegawai Baru

“Penyelidikan seharusnya menyasar pihak yang pertama kali memicu kericuhan, termasuk dugaan tindakan kekerasan terhadap mahasiswa yang berusaha mengamankan situasi,” katanya.

Ia meminta aparat kepolisian bersikap adil dan tidak tebang pilih dalam proses hukum. “Hukum tidak boleh berpihak hanya karena seseorang punya kekuasaan. Kami siap hadirkan semua massa, silakan dipanggil dan diperiksa secara terbuka,” tegasnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.