TRIBUNNEWS.COM - Pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026 kembali menjadi momentum penting bagi peserta didik di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan terbaik di bidang sains.
Memasuki tahapan seleksi tingkat kabupaten/kota (OSN-K), berbagai persiapan terus dimatangkan, mulai dari kesiapan sistem, koordinasi panitia, hingga peningkatan kesiapan peserta melalui uji coba yang digelar lebih awal.
Di tengah transformasi digital dalam dunia pendidikan, pelaksanaan OSN-K kini semakin terstruktur dan berbasis teknologi.
Oleh karena itu, uji coba menjadi bagian krusial agar seluruh pihak, baik peserta, proktor, maupun panitia dapat memahami alur pelaksanaan secara menyeluruh.
Pada pertengahan tahapan ini, penting dipahami bahwa OSN-K (Olimpiade Sains Nasional tingkat Kabupaten/Kota) merupakan seleksi awal ajang talenta sains yang ditujukan bagi peserta didik jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/MA/SMK.
Tujuan utama OSN adalah menjaring siswa berprestasi di bidang sains untuk dibina lebih lanjut hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
Pendaftaran OSN 2026 sendiri telah dimulai sejak Januari hingga Februari 2026 melalui seleksi tingkat satuan pendidikan oleh masing-masing sekolah.
Setelah itu, peserta yang lolos akan mengikuti tahapan OSN-K.
Sebelum seleksi resmi, peserta akan mengikuti uji coba pada 5–8 Mei 2026 (termasuk 6–7 Mei di satuan pendidikan).
Sementara pelaksanaan seleksi OSN-K dijadwalkan pada 18–19 Juni 2026, dengan pengumuman hasil pada 3 Juli 2026.
Baca juga: 100 Soal OSN IPS SD 2026 dan Kunci Jawaban Olimpiade Sains Nasional
Mengutip dari Instagram @puspresnas, uji coba OSN-K 2026 dilaksanakan selama empat hari, yakni 5 hingga 8 Mei 2026.
Berikut rincian kegiatannya:
Sinkronisasi data, khususnya untuk pelaksanaan berbasis semi-daring.
Tahap ini sangat penting untuk memastikan kesiapan server, data peserta, dan sistem ujian.
Kegiatan ini juga disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Pusat Prestasi Nasional sebagai bentuk transparansi dan dukungan pembelajaran terbuka.
Setelah uji coba, tahapan inti OSN-K akan berlangsung pada Juni 2026 dengan rincian:
Uji coba bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam strategi sukses menghadapi OSN-K. Berikut manfaatnya:
Sebaliknya, peserta yang tidak mengikuti uji coba berpotensi mengalami kesulitan saat pelaksanaan.
Seperti, kurang familiar dengan sistem hingga kesalahan teknis yang sebenarnya bisa dihindari.
Setiap bidang lomba dalam OSN-K memiliki karakteristik soal dan durasi pengerjaan yang berbeda.
Mengutip dari Panduan Olimpiade Sains Nasional 2026, berikut rinciannya:
Perbedaan jenis soal ini menuntut peserta untuk tidak hanya menguasai materi, tetapi juga strategi pengerjaan yang efektif sesuai karakter masing-masing bidang.
Peserta yang berhasil lolos OSN-K akan melanjutkan ke jenjang berikutnya:
Pada tahap semifinal, peserta akan diseleksi secara ketat dengan kuota terbatas dari setiap provinsi.
Sementara itu, tahap final akan mempertemukan peserta terbaik dari seluruh Indonesia untuk memperebutkan prestasi tertinggi.
(Tribunnews.com/Farra)