TRIBUNJABAR.ID - INDRAMAYU - Perubahan sederhana namun bermakna kini dirasakan warga Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Mushola Ar-Ridho yang selama ini bergantung pada aliran listrik dari rumah warga, kini telah memiliki sambungan listrik mandiri berkat program Light Up The Dream (LUTD) dari PLN.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran listrik ini bukan sekadar penerangan. Aktivitas ibadah yang sebelumnya terbatas kini dapat berjalan lebih leluasa, mulai dari salat berjamaah di malam hari, pengajian, hingga kegiatan keagamaan lainnya yang sebelumnya terkendala minimnya penerangan.
Kini, dengan terpasangnya kWh meter berdaya 450 VA, mushola menjadi lebih hidup. Cahaya lampu yang menyala tidak hanya menerangi ruangan, tetapi juga menghadirkan rasa nyaman dan kekhusyukan bagi para jamaah.
Bapak Nur Cholis, perwakilan pengurus Mushola Ar-Ridho, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya saat menyaksikan lampu mushola menyala untuk pertama kalinya.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada PLN. Selama ini, mushola yang menjadi tempat ibadah masyarakat, terbatas dalam aktivitasnya karena belum memiliki listrik sendiri. Alhamdulillah, sekarang kami sudah memiliki listrik sendiri. Ini adalah berkah bagi seluruh jamaah. Semoga kebaikan dari insan PLN akan mendapatkan berlipat-lipat ganda pahala. Aamiin," ungkapnya.
Program Light Up The Dream sendiri merupakan wujud kepedulian sosial PLN yang menyasar masyarakat dan fasilitas umum yang belum memiliki akses listrik mandiri. Dampaknya langsung dirasakan, terutama dalam meningkatkan kualitas aktivitas sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Manager PT PLN (Persero) UP3 Indramayu, Suharno, menyampaikan bahwa kehadiran listrik di Mushola Ar-Ridho diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dalam beribadah bagi seluruh jamaah.
"Kami merasa bahagia dapat menjadi bagian dari harapan warga Desa Rajasinga. Listrik merupakan hal vital dari setiap kegiatan, dan dengan adanya listrik mandiri ini, kami berharap Mushola Ar-Ridho dapat lebih produktif dengan kegiatan-kegiatan positif dan ibadah yang lebih khusyuk," ujar Suharno.
Hal senada disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo. Ia menilai program ini bukan hanya menghadirkan listrik, tetapi juga membawa dampak jangka panjang bagi masyarakat.
"Program Light Up The Dream adalah bukti nyata bahwa insan PLN tidak hanya bekerja untuk menerangi secara teknis, tetapi juga dengan hati. Kami berharap bantuan di wilayah kerja UID Jawa Barat ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi produktivitas dan kesejahteraan spiritual masyarakat," pungkas Sugeng.