Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Laga El Clasico antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta diprediksi membawa berkah bagi pedagang jersey di kawasan Stadion Sidolig, Kota Bandung.
Pemilik toko jersey di kawasan Ruko Sidolig, Reza, mengatakan penjualan saat ini masih terpantau normal.
Kendati demikian, lonjakan pembelian biasanya mulai terasa mendekati hari pertandingan.
"Penjualan masih biasa saja. Biasanya kalau menjelang pertandingan ada peningkatan, H-1 sampai H-2, dari Jumat mulai ramai," ujar Reza saat ditemui, Rabu (6/5/2026).
Menurutnya, pola tersebut hampir selalu terjadi setiap kali Persib bertanding, terutama saat laga digelar di Bandung.
Di tokonya, jersey Persib dijual mulai Rp120.000 untuk versi EO.
"Pembeli juga bisa memilih berbagai model, mulai home, away, hingga jersey liga asing," tuturnya.
Selain itu, tersedia layanan nameset dan nomor punggung dengan tambahan biaya Rp20.000.
"Harga jersey Rp120.000. Kalau mau name set atau nomor tambah Rp20.000, bebas nama panjang juga," katanya.
Tak hanya menjual jersey Persib, tokonya juga menyediakan jersey Piala Dunia, hingga sepatu bola.
Reza mengatakan minat pembeli terhadap jersey Persib relatif merata.
Jersey home maupun away sama-sama diminati bobotoh.
"Yang dicari home, away, semuanya rata," ucapnya.
Persib yang berpeluang meraih gelar juara back to back juga dinilai berdampak besar terhadap omzet penjualan.
Menurut Reza, saat Persib pertama kali juara, penjualan melonjak signifikan.
Sementara musim lalu, euforia juara tak terlalu terasa lantaran momen penentuan gelar terjadi lebih cepat.
"Kalau juara pas pertama (2024) itu jualan bagus banget. Yang kemarin karena sudah ketahuan bakal jual, jadi ramainya enggak terlalu kelihatan," katanya.
Ia memperkirakan omzet bisa melonjak hingga 100 persen dibanding hari biasa saat Persib dalam tren positif atau mendekati laga besar.
"Bisa 100 persen meningkat. Omzet bisa puluhan juta," ujar Reza.
Toko miliknya yang sudah berdikari lebih dari 10 tahun.
Reza menuturkan, hampir setiap weekend didatangi oleh pembeli dari luar Kota Bandung.
"Kebanyakan orang luar, dari Tasik, Garut, Bogor. Orang Bandung kayaknya sudah bosan, jadi yang banyak justru luar kota," kelakarnya.
Seluruh produk di tokonya diproduksi sendiri. Mulai dari bahan hingga proses press dilakukan secara mandiri.
Reza mengaku tokonya buka setiap hari mulai pukul 09.00 WIB tanpa hari libur.
"Setiap hari buka, enggak ada libur," katanya.
Meski tren belanja online terus meningkat, Reza tetap mengandalkan penjualan offline sekaligus melayani reseller yang mengambil barang untuk dijual kembali secara daring.
"Kalau sekarang memang bagusan online. Banyak yang ngambil buat dijual lagi online. Jadi buka reseller," ujarnya.
Ia berharap Persib kembali meraih kemenangan, tak hanya demi prestasi klub kebanggaan warga Jawa Barat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi pelaku UMKM.
"Harapannya Persib juara lagi, dagangan jadi ramai, UMKM juga bisa jalan," katanya.
Untuk laga Persib melawan Persija, Reza memprediksi Maung Bandung menang tipis.
"Prediksi saya 1-0 buat Persib," ucapnya. (*)