Dinkes Klaten Bangga Jadi Lokasi Syuting Film Polio, Sebut Ini Senjata Lawan Hoaks!
Delta Lidina May 06, 2026 09:14 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten menyambut positif rilis film dokumenter “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” yang menjadikan wilayah Klaten sebagai bagian cerita, sekaligus sebagai media edukasi untuk menangkal hoaks imunisasi.

Kepala Dinas Kesehatan Klaten Anggit Budiarto, mengaku bangga daerahnya terlibat dalam produksi film tersebut.

“Kami dari Dinas Kesehatan jujur ikut bangga, ikut senang kita sebagai salah satu set (latar belakang) yang dipakai dalam produksi film ini," ungkapnya. 

Menurutnya, film ini penting untuk membuka kembali kesadaran publik bahwa polio belum sepenuhnya hilang.

“Film ini diharapkan bisa terpublikasi kepada masyarakat, bahwa situasi penyakit khususnya polio yang tadi disampaikan oleh Prof. Yodi sudah mulai disampaikan ada eradikasi. Yakni polio dianggap tidak ada tapi ternyata masih ada ancaman," jelasnya. 

Ia menegaskan, dampak polio tidak bisa dianggap remeh karena bisa menyebabkan kecacatan permanen hingga kematian.

KESEHATAN DI KLATEN - Ratusan peserta dari lintas sektor mengikuti nobar film “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (6/5/2026), sebagai upaya meningkatkan kesadaran imunisasi dan menangkal hoaks kesehatan.
KESEHATAN DI KLATEN - Ratusan peserta dari lintas sektor mengikuti nobar film “Langkah Akhir: Sisa Bayang Polio di Indonesia” di Pendopo Pemkab Klaten, Rabu (6/5/2026), sebagai upaya meningkatkan kesadaran imunisasi dan menangkal hoaks kesehatan. (TribunSolo/Ibnu Dwi Tamtomo)

Oleh karenanya, pemahaman menyeluruh menjadi kewajiban untuk terhindar dari penyakit tersebut. 

“Penting unruk (memberikan) pemahaman kepada masyarakat babwa polio bisa berdampak kecacatan yang lebih permanen, bahkan ada kematian yang disebabkan oleh polio, biar kita bisa menghindari penyakit itu," tegasnya. 

Dalam konteks ini, imunisasi menjadi langkah paling efektif.

“Kita sama-sama tahu sebetulnya secara keilmuan penyakit itu bisa dicegah dengan imunisasi," ungkapnya. 

Melalui film ini, Dinkes berharap kesadaran masyarakat semakin matang dan tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan.

“Dengan film ini, juga diharapkan kedewasaan masyarakat tentang fungsi dari vaksinasi. Sehingga segala hal-hal yang hoax dan tidak sejalan bisa kita tangkal," tandasnya.  (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.