Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kenaikan BBM non subsidi belum berdampak bagi para nelayan di Kabupaten Gresik.
Mayoritas nelayan tradisional, nelayan Gresik masih menggunakan solar subsidi untuk melaut.
Baca juga: Hantam Mobil Tangki BBM, Bus ALS Terbakar Hebat di Muratara, Warga Histeris 16 Orang Tewas
Meski tidak berdampak, para nelayan berharap distribusi solar subsidi jangan sampai tersendat.
Hal ini disampaikan Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gresik, Samaun.
"Kalau di Gresik nelayannya semua hampir bersubsidi, kayaknya tidak ngefek, yang penting kelancaran SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) saja dari pihak Pertamina jangan tersendat seperti bulan-bulan kemarin," kata Samaun kepada TribunJatim.com.
Pada akhir bulan, kata Samaun, biasanya di atas tanggal 24 mulai terbatas.
Para nelayan agak kelabakan mencari solar.
"Agak kelabakan sampai cari eceran-eceran, biasanya tanggal 26 dan 25 biasanya datang lagi tanggal 2 bulan berikutnya. Harapannya distabilkan kebutuhan nelayan, stoknya jangan sampai tersendat," bebernya.
"Nelayan Gresik kan nelayan tradisional. Kalau di Gresik rata-rata 10 GT (Gross Ton) ke bawah," imbuh Samaun.
Salah satu nelayan di wilayah pesisir utara Gresik, Muzi menambahkan, kenaikan BBM non subsidi tidak ada dampak kepada nelayan, mayoritas memakai bio solar yang subsidi di SPBN.
"Sementara ini tidak ada kelangkaan lancad saja, biasanya akhir bilan ada kendala sedikit, tidak lama, dua sampai empat hari itu," jelasnya.
Diketahui, SPBU Pertamina menaikkan harga BBM non subsidi seperti Dexlite dari Rp23.600 per liter menjadi Rp26.000 per liter.
Kemudian Pertamina Dex dari Rp23.900 per liter naik menjadi Rp27.900 per liter.
Sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan solar subsidi harganya masih tetap.