Pedagang Buah Duku Dadakan Menjamur di Jalintim OKI, Harganya Dipatok Rp20 Ribu per Kilogram
tarso romli May 06, 2026 08:27 PM

Baca juga: Breaking News : Pengantin Baru di Ogan Ilir Ditemukan Tewas di Kontrakan, Sempat Cekcok dengan Istri

SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG — Pemandangan berbeda terlihat di sepanjang Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Sejumlah pedagang duku dadakan mulai menjamur di bahu jalan, namun buah yang dijajakan bukanlah duku lokal yang selama ini menjadi primadona.

Salah seorang pedagang, Ali Imron, mengungkapkan bahwa duku yang dijualnya saat ini didatangkan dari daerah Muara Enim dan Kikim (Lahat).

Hal ini disebabkan karena pohon duku di wilayah Kayuagung dan Tanjung Lubuk mengalami gagal panen.

"Sudah berbulan-bulan duku kita tidak panen. Biasanya puncaknya bulan April, tapi tahun ini tidak ada buah," ujar Ali saat ditemui di lapaknya, Rabu (6/5/2026) sore.

Harga duku tersebut dipatok Rp20.000 per kilogram. Sedangkan untuk pembelian grosir per karung (25 kilogram), harga mencapai Rp500.000.

Ali mengakui ada perbedaan kualitas antara duku luar daerah dengan duku Komering yang legendaris.

Duku Komering dikenal memiliki biji lebih kecil, rasa lebih manis, dan daya tahan lebih lama hingga tiga hari, sementara duku luar daerah biasanya mulai menghitam dalam 1-2 hari.

Kondisi gagal panen ini dibenarkan oleh Jailani, seorang petani duku dari Desa Kijang Ulu.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026 ini, wilayahnya terpaksa absen dari kemeriahan panen raya akibat anomali cuaca.

"Penyebabnya karena tahun 2026 ini tidak ada musim kemarau. Hujan terus-menerus membuat bunga duku rontok sebelum sempat menjadi putik dan berbuah," jelas Jailani.

Menurutnya, pohon duku memerlukan paparan sinar matahari yang terik (kemarau) agar daun lama mati dan memicu proses pembungaan.

Karena hujan turun sepanjang tahun, proses alami tersebut terganggu. Jailani mengenang, dalam kondisi normal, 15 pohon miliknya mampu menghasilkan hingga 1 ton duku.

Namun saat ini, ia hanya bisa memanen sekitar dua peti saja.

Para petani memprediksi panen raya baru bisa terjadi kembali pada tahun 2027 mendatang, dengan catatan cuaca kembali normal dan didahului oleh musim kemarau yang cukup.

Baca juga: Transformasi Sumur Rakyat ke Industri, PT Keban Berkah Energi Serap Produksi Sumur Minyak di Muba


Sejumlah pedagang duku dadakan memadati bahu Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Celikah, Kayuagung, Rabu (6/5/2026). Minimnya hasil panen lokal memaksa pedagang memasok buah dari luar kabupaten untuk memenuhi permintaan pengendara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.