Joki UTBK Surabaya Mengaku Tes Kedokteran Gampang, Patok Tarif Rp 75 Juta
Cak Sur May 06, 2026 09:52 PM

SURYA.CO.ID. SURABAYA - Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan dibuat takjub oleh pengakuan seorang tersangka joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Dalam pemeriksaan yang digelar secara terpisah pada Rabu (6/5/2026), pelaku membeberkan cara kerjanya yang sanggup meloloskan banyak pemohon ke Fakultas Kedokteran.

Momen interogasi tersebut diabadikan dalam sebuah video yang diunggah melalui akun media sosial resmi Luthfie. Perwira menengah Polri itu menyoroti kecerdasan sang joki yang sukses menembus ujian masuk kedokteran sebanyak 6 kali, meski ia sendiri tak memiliki latar belakang di bidang medis.

"Kamu dapat bocoran soal dari mana? Gimana caranya kamu enam kali joki lulus? Kalau soal-soal itu menurutmu gampang, sulit, atau sulit sekali?" tanya Kombes Pol Luthfie kepada tersangka.

Pelaku dengan santai membantah adanya bocoran soal. "Nggak pernah dapat bocoran. Sebenarnya relatif gampang sih, Pak. Saya emang expert di Matematika. Semua soal saya kerjakan," jawabnya lugas.

Baca juga: Sindikat Joki UTBK Surabaya Terbongkar, Oknum Kecamatan Suplai Blangko KTP

Hanya Belajar Dua Bulan

Menurut pelaku, Tes Potensi Akademik (TPA) tak ubahnya turunan dari Matematika yang bisa diselesaikan dengan logika matematis. Sementara itu, soal bahasa Inggris sudah menjadi keahliannya. Ia mengaku hanya butuh waktu dua hingga tiga bulan belajar dari buku persiapan untuk menguasai seluruh materi ujian.

Kombes Pol Luthfie pun memuji kecepatan pelaku dalam menyelesaikan soal tes yang terkenal rumit dan dibatasi oleh waktu. 

"Hebat juga kamu. Kalau belum terbiasa, satu soal bisa lama. Kamu pernah menangi zaman hitung kancing buat nentuin jawaban? Saya dulu pernah melakukannya, kadang dengar suara tokek buat pilih jawaban," kelakarnya.

Meski terkesima, Luthfie amat menyayangkan bakat luar biasa tersebut disalahgunakan di jalur yang salah.

Pelaku yang mengaku pernah meraih peringkat dua paralel semasa sekolah itu, terjerumus ke dunia perjokian setelah dikenalkan oleh seorang rekannya.

Baca juga: Fakta Baru Joki UTBK Surabaya: Punya 150 Klien, Target Fakultas Kedokteran

Fakta Joki UTBK:

  • Tarif Fantastis: Pelaku mematok bayaran antara Rp 20 juta hingga Rp 30 juta untuk universitas dengan nama besar. Bahkan, ada klien baru yang membayarnya sebesar Rp 75 juta.
  • Modal Kecerdasan: Tidak memakai alat komunikasi canggih dari luar ujian, sang joki murni mengandalkan keahlian Matematika dan pemahaman bahasa Inggris yang kuat.
  • Incar Fakultas Bergengsi: Sebagian besar klien yang memanfaatkan jasa haramnya mengincar kursi di Fakultas Kedokteran, salah satu jurusan terfavorit dan tersulit ditembus.

Baca juga: Wamendikdasmen Soroti Joki UTBK 2026 di Surabaya: Pelaku Terancam Sanksi Berat

Sindikat Pemalsu Identitas Calon Dokter

Kasus ini, membuka tabir lebih lebar mengenai praktik perjokian yang telah mengakar dalam sistem seleksi mahasiswa baru perguruan tinggi.

Sindikat joki UTBK di Surabaya, rupanya kerap menyasar peserta berdompet tebal yang bermimpi masuk Fakultas Kedokteran dengan segala cara.

Berdasarkan temuan penyidik Polrestabes Surabaya, jaringan ini sangat terorganisir dan tidak bekerja sendirian.

Selain mengandalkan joki yang cerdas, sindikat ini melibatkan pihak lain yang ahli meracik dokumen palsu. Mereka dengan rapi mencetak KTP palsu, membuat stempel instansi, hingga mengganti foto asli peserta dengan wajah joki agar bisa melenggang bebas ke ruang ujian tanpa memicu kecurigaan pengawas.

Bahkan, beberapa pelaku lain tercatat telah beroperasi sejak 2017, menangani puluhan klien, dan menampung uang ratusan juta rupiah.

Langkah tegas Polrestabes Surabaya membongkar skandal ini, menegaskan komitmen penegak hukum untuk memutus rantai kecurangan di dunia pendidikan. Tindakan ini, diharapkan menjadi peringatan keras bagi para calon mahasiswa yang mencoba curang demi status akademik yang tak layak disandangnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.