WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Musisi kawakan sekaligus pentolan grup band Dewa 19, Ahmad Dhani, tak mampu menyembunyikan kekesalannya.
Akun Instagram pribadinya kembali menjadi sasaran peretasan oleh pihak tak bertanggung jawab.
Namun, kali ini Dhani mencium adanya aroma sabotase yang lebih gelap di balik hilangnya kendali atas akun media sosialnya tersebut.
Baca juga: El Rumi Akan Hajar YouTuber yang Hina Ahmad Dhani dan Maia Estianty, Siap Tarung Diatas Ring Tinju
Dhani menyebut bahwa timnya telah berhasil melacak keberadaan pelaku yang terdeteksi berada di Sulawesi.
Mengejutkannya, pelaku diketahui bukan orang baru di dunia kejahatan siber, melainkan seorang residivis yang terafiliasi dengan sindikat tertentu.
Dugaan 'Pembunuh Bayaran' Digital
Ahmad Dhani merasa ada keganjilan dalam peretasan kali ini. Ia curiga serangan tersebut terjadi tepat saat dirinya tengah aktif mengunggah konten-konten bertema masa lalu.
Hal ini memicu spekulasi di benak suami Mulan Jameela tersebut bahwa ada pihak yang sengaja menyewa jasa peretas untuk membungkam suaranya di ranah digital.
"Saya menduga pelaku ini adalah pembunuh bayaran. Dia dibayar untuk membunuh akun saya," ujar Ahmad Dhani dengan nada tajam saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Modus Penipuan Emas Catut Nama Dhani
Aksi peretasan ini ternyata bukan sekadar sabotase informasi, melainkan berujung pada tindak pidana penipuan.
Pelaku menggunakan akun Dhani untuk menjajakan emas palsu yang memakan korban.
Tak tanggung-tanggung, salah satu korban dilaporkan mengalami kerugian hingga Rp40 juta.
Baca juga: Ahmad Dhani Tabuh Genderang Perang, Haramkan Keluarga Bertemu Maia Estianty Lagi!
Dhani menceritakan bahwa korban sempat menuntut ganti rugi kepadanya.
Namun, pria berusia 53 tahun ini dengan tegas menolak karena dirinya merasa tidak pernah melakukan transaksi tersebut.
"Harusnya yang kena tipu tahu, Ahmad Dhani tidak pernah jualan emas. Tapi ya mereka yakin beli karena akun saya yang jualan. Saya suruh lapor polisi saja," tegas Dhani.
Laporan Polisi Dilayangkan Besok
Langkah tegas segera diambil oleh pihak Dhani untuk memutus rantai kejahatan ini.
Penasihat hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahadian, menyatakan telah mengantongi bukti-bukti kuat untuk menyeret pelaku ke meja hijau.
"Rencananya kami akan membuat laporan polisi besok, Kamis (7/5). Bukti semua sudah ada," ungkap Aldwin.
Tak hanya untuk kepentingan kliennya, Aldwin juga berencana merangkul korban penipuan emas tersebut agar membuat laporan secara bersamaan.
Upaya ini dilakukan guna memperkuat tuntutan hukum terhadap sindikat peretas yang telah mencoreng nama baik Ahmad Dhani sekaligus merugikan masyarakat secara finansial.
Kasus ini menjadi peringatan keras bagi para figur publik dan pengguna media sosial akan ancaman sindikat siber yang kini mulai menyasar akun-akun besar dengan motif yang diduga melampaui sekadar keuntungan ekonomi.