WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Korps Lalu Lintas Polri mengubah pendekatan kampanye keselamatan dengan merangkul pengemudi ojek online (ojol) sebagai mitra utama di jalan raya.
Dalam kegiatan “Polantas Menyapa” di Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/5/2026), Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryo Nugroho menegaskan peran strategis ojol sebagai wajah keselamatan lalu lintas.
Di hadapan para pengemudi, Agus mengajak mereka tidak sekadar mencari nafkah, tetapi juga menjadi contoh nyata disiplin berkendara di tengah masyarakat.
“Hari ini kita berkumpul duduk bersama, hanya satu kepentingan kita adalah keselamatan berlalu lintas. Tolong dijalin silaturahmi, berikan contoh yang baik di jalan agar betul-betul rekan-rekan menjadi pahlawan-pahlawan keselamatan yang ada di jalan,” kata Agus.
Baca juga: Dirgakkum Korlantas: Penempatan ETLE di Perlintasan Sebidang Fokus pada Pencegahan
Dia menegaskan, arahan pimpinan Polri saat ini menitikberatkan pada pendekatan yang lebih dekat dan humanis kepada masyarakat.
Pengemudi ojol dinilai sebagai kelompok yang paling sering bersentuhan langsung dengan pengguna jalan lainnya.
“Perintah Bapak Kapolri, rangkul masyarakat, ajak bersilaturahmi, berdiskusi, dan layani dengan ikhlas. Ojek online adalah sahabat Polri dan sahabat Polantas,” ujarnya.
Menurut Agus, paradigma Polantas kini tidak lagi bertumpu pada penindakan semata.
Baca juga: 42 Persen Kendaraan Pemudik Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Antisipasi Arus Balik
Edukasi, komunikasi, dan pendekatan emosional menjadi kunci untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keselamatan.
“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa keselamatan itu penting. Pendekatan Polantas bukan semata-mata penegakan hukum, tetapi juga pendekatan dengan hati, silaturahmi, dan komunikasi,” ungkapnya.
Dia pun mengingatkan, sebagai pengguna jalan yang intensitasnya tinggi, ojol memiliki pengaruh besar dalam membentuk budaya tertib lalu lintas.
Karena itu, pelanggaran oleh pengemudi ojol tidak boleh lagi terjadi.
“Kami punya misi besar untuk mengampanyekan keselamatan berlalu lintas. Saya tidak ingin mendengar masih ada pengemudi ojol yang melanggar aturan lalu lintas,” tegasnya.