Terjangkit Hantavirus, 3 Pasien Klaster MV Hondius Dievakuasi ke Belanda
Tiara Shelavie May 06, 2026 10:25 PM

 

TRIBUNNEWS.COM – Penanganan wabah Hantavirus yang melanda kapal pesiar mewah MV Hondius memasuki babak baru.

Hal ini terjadi setelah tiga orang penumpang kapal tersebut dilaporkan telah dievakuasi secara medis.

Adapun ketiga pasien suspek dari kapal tersebut dievakuasi pada Rabu pagi waktu setempat (6/5/2026) menuju Belanda.

Kabar tersebut disampaikan melalui pernyataan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus melalui unggahan dari akun media sosial resmi miliknya.

Adapun proses evakuasi ini dilakukan dengan koordinasi lintas negara yang melibatkan operator kapal serta otoritas dari Tanjung Verde, Inggris, Spanyol, dan Belanda.

"Tiga pasien suspek kasus hantavirus baru saja dievakuasi dari kapal dan sedang dalam perjalanan untuk mendapatkan perawatan medis di Belanda, berkoordinasi dengan @WHO, operator kapal, dan otoritas nasional dari Cabo Verde, Inggris, Spanyol, dan Belanda," tulis Tedros.

Temuan Kasus Hantavirus di Swiss

WHO sendiri terus bekerja sama dengan operator kapal untuk memantau kesehatan seluruh penumpang dan kru secara ketat.

Hal ini termasuk inisiasi pelacakan bagi individu yang sudah turun dari kapal.

Dr. Tedros menegaskan bahwa meskipun evakuasi dilakukan, risiko kesehatan masyarakat secara global saat ini masih dinilai rendah.

Baca juga: Afsel Identifikasi 2 Kasus Hantavirus Menular Antarmanusia, Terkait Klaster Hondius

Sementara itu, otoritas kesehatan di Swiss mengonfirmasi adanya satu kasus baru yang melibatkan seorang pria dengan riwayat perjalanan menggunakan MV Hondius.

Pasien tersebut kini tengah menjalani perawatan intensif di Zurich.

Pemerintah Swiss dalam pernyataan resminya pada Rabu pagi menyebutkan bahwa meskipun pasien dalam kondisi serius, 

Karakteristik Hantavirus Galur Andes

Hingga saat ini, wabah tersebut telah merenggut tiga nyawa.

KAPAL MV HONDIUS. Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut.
KAPAL MV HONDIUS - Tiga penumpang tewas di kapal pesiar Atlantik akibat dugaan hantavirus, WHO selidiki wabah langka di tengah laut. (cruisemapper)

Berdasarkan data terbaru dari WHO per hari Rabu, tercatat ada delapan kasus yang terdeteksi, dengan tiga di antaranya telah dikonfirmasi secara resmi melalui pengujian laboratorium sebagai Hantavirus galur (strain) Andes.

Virus galur Andes ini menjadi perhatian khusus karena karakteristiknya yang berbeda dari jenis hantavirus lainnya.

Virus ini diketahui bersifat endemik di wilayah Argentina, yang merupakan lokasi awal kapal MV Hondius memulai pelayarannya.

Selain penularan umum melalui kontak dengan materi organik tikus yang terinfeksi, galur Andes memiliki kekhasan, yakni dapat ditularkan antarmanusia melalui kontak dekat.

Meski penyakit ini berpotensi fatal dan belum memiliki metode pengobatan spesifik, WHO menekankan bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap dianggap rendah.

ilustrasi hantavirus
ilustrasi hantavirus (Learn Worthy)

Ahli epidemiologi WHO, Maria Van Kerkhove, memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai pola penularan unik ini.

"Hantavirus, tidak seperti influenza atau Covid-19, hanya dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kontak dekat, seperti berbagi tempat tidur atau makanan," jelasnya dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).

Baca juga: WHO: Hantavirus Mematikan dan Menular dari Manusia ke Manusia, Asalnya dari Amerika Selatan

Saat ini, MV Hondius yang mengangkut hampir 150 orang masih berada di sekitar lepas pantai Tanjung Verde (Cabo Verde), Afrika Barat. 

Kapal tersebut tertahan sejak Senin lalu setelah otoritas setempat menolak izin bersandar.

(Tribunnews.com/Bobby)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.