TRIBUNMANADO.CO.ID- Membaca dan merenungkan Firman Tuhan tiap hari, membuat kita menemukan tujuan hidup.
Sebab Alkitab berisi petunjuk kehidupan dan teladan Yesus Kristus.
Berikut renungan harian Kristen berjudul Pendusta Adalah Antikristus.
Baca juga: Renungan Malam Mazmur 55:23, Menyerahkan Kuatir dan Hidup dalam Pemeliharaan Tuhan
Bacaan Alkitab dalam 1 Yohanes 2:22-23.
Rasanya, tidak ada manusia yang tidak pernah berdusta. Bahkan jangan-jangan kita baru saja berdusta, atau sedang berdusta.
Atau mungkin sedang merencanakan dusta, entah kepada keluarga, teman, atasan, bawahan atau kepada orang-orang yang sangat kita kasihi.
Dusta sering kita lakukan untuk menyenangkan diri, mengamankan diri, menguntungkan diri, menyembunyikan diri atau alasan-alasan lain.
Mari kita hitung sambil berintrospeksi diri.
Berapa kali kita berdusta setiap hari? Apakah setiap hari hanya 1 kali saja kita berdusta.
Jika sehari hanya sekali saja kita berdusta, itu artinya tiap hari kita berdusta.
Dan jika 2 kali atau lebih kita berdusta dalam sehari, itu berarti dusta sudah menjadi kebiasaan bahkan karakter kita.
Maka label yang tepat bagi kita adalah "pendusta," karena melakukannya berulang-ulang setiap hari.
Kita menganggap hanya dusta kecil saja, sehingga kita membiasakannya.
Padahal dusta kecil yang dilakukan berulang-ulang, menjadikan kita sebagai "tukang dusta" atau pendusta.
Orang boleh saja tidak tahu dusta kita.
Tapi kita tahu, bahwa ada Yang Maha Tahu, yang tidak pernah tidak tahu dengan segala dusta kita.
Sehebat apapun kita menyembunyikan dusta, Tuhan mengetahuinya.
Sadarlah bahwa, ketika kita berdusta kepada orang lain, sesungguhnya kita sedang mendustai diri sendiri.
Kita sedang menipu diri kita sendiri dengan memaksa diri kita berdusta. Berdusta sebenarnya secara psikologi adalah membodohi diri sendiri.
Karena itu, dusta sebenarnya memalukan diri sendiri.
Ironinya, dusta menjadi santapan harian kita dan sudah mendarah daging dalam kehidupan manusia.
Dusta sudah menjadi hal yang wajar, biasa dan realitas hidup manusia yang dianggap sebagai solusi untuk tetap survive (eksis) dan aman.
Bahkan, susah untuk tidak berdusta, karena berdusta itu tidak susah.
Padahal, sudah jelas dalam Yohanes 8:44 firman Tuhan berkata: "Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu.
Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran.
Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."
Tegas bahwa iblis adalah bapa atau bosnya para pendusta.
Jadi pencinta dusta, adalah musuh kebenaran. Tak ada kebenaran dalam dusta.
Penulis 1 Yohanes mengingatkan tentang siapa sesungguhnya si pendusta.
Dialah yang menyangkal Yesus.
Dia tidak mengakui Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat dunia, yang diutus Bapa-Nya. Pendusta tidak menerima ajaran Kebenaran.
Orang yang menolak kebenaran adalah anti kebenaran yang adalah Yesus Kristus sendiri.
Sebab dalam Kebenaran, tidak ada dusta. Maka sesungguhnya, pendusta itu adalah antikristus.
Mereka mengabaikan Yesus, demi kenyamanan, keamanan, keuntungan dan keselamatan semu, hampa dan sia-sia, karena bukan berlindung pada Tuhan, tapi pada kekuatan manusia dan atau kekuatan di luar Tuhan.
Menolak ajaran Yesus berarti anti Yesus.
Melawan perintah Kristus berarti memusuhi atau musuh Kristus.
Menyangkal Yesus berarti menolak keselamatan dari Tuhan yang kekal.
Itulah sebabnya, Yohanes menyimpulkan bahwa pendusta itu adalah antikristus, karena mereka menolak dan menyimpang dari ajaran yang benar itu.
Padahal sudah jelas, Yesus adalah Anak Allah Yang Hidup, Tuhan dan Juruselamat dunia. Ini adalah ya dan amin.
Siapa yang menolak, dialah antikristus.
Demikian firman Tuhan hari ini.
"Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak.
Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa." (ay 22-23)
Sahabat Kristus, janganlah jadi pendusta. Jauhkan itu, karena merusak kepribadian dan integritas kita.
Dusta menipu diri sendiri karena membawa diri pada perbuatan bodoh yang berlawanan dengan ajaran Kristus yang menolak dusta, tetapi tegas memilih kebenaran untuk kemenangan dan keselamatan umat manusia sendiri.
Siapa yang menolak, dialah antikristus. Siapa yang melawan Kristus, sudah pasti dihukum dan binasa dalam kekekalan.
Kita diberikan kunci keselamatan dan kebahagiaan kekal.
Yakni jauhi dosa dan hiduplah dalam kebenaran, karena itulah yang menyelamatkan diri kita dan memberi kemenangan bagi kita dalam segala keberadaan hidup kita.
Lawanlah dusta dengan melakukan kebenaran.
Jadikan kebenaran sebagai karakter dan kepribadian diri kita, sehingga banyak orang bercermin dari hidup kita, maka hati Tuhan disenangkan, hidup kitapun menjadi berkat. Amin