TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG – Kecelakaan yang dialami bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan tewaskan 16 orang. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu(6/5/2026) siang. Bus maut tersebut berangkat dari Kaligawe, Semarang, Jawa Tengah.
Baca juga: Bus ALS yang Terbakar di Sumsel Berangkat dari Semarang, Ada Penumpang dari Pati dan Tegal
Ternyata kecelakaan bus serupa juga terjadi di tanggal yang sama. Hanya saja di tahun 2025. Kecelakaan yang dimaksud tersebut adalah saat bus ALS mengalami kecelakaan tunggal dan terbalik di depan Terminal Bukit Surungan, Padang Panjang, Sumatera Barat, pada Selasa, 6 Mei 2025 sekitar pukul 08.15-09.15 WIB. Kecelakaan maut ini diduga akibat rem blong, menewaskan 12 orang dan melukai lebih dari 20 penumpang lainnya. Bus yang membawa sekitar 48 penumpang ini menabrak pagar rumah.
Bus ALS (plat nomor B 7512 FGA) rute Medan-Jakarta melaju kencang dari arah Bukittinggi menuju Padang, kemudian mengalami rem blong, oleng, dan terbalik.
Sementara kecelakaan yang menimpa bus ALS di Kabupaten Muratara berawal dari bus ALS yang kehilangan kendali setelah menghindari lubang di badan jalan.
Kasat Lantas Polres Muratara, AKP M. Karim, menjelaskan bahwa bus sempat oleng sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan dan bertabrakan langsung dengan mobil tangki.
“Bus diduga masuk lubang, kemudian oleng hingga ke jalur lawan. Di saat bersamaan datang mobil tangki, sehingga terjadi tabrakan adu kambing,” ujarnya.
Benturan keras tersebut membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dalam hitungan detik.
Situasi semakin fatal ketika bahan bakar dari mobil tangki diduga tumpah dan langsung tersulut api akibat benturan.
Api dengan cepat membesar dan membakar bus serta tangki, membuat sebagian besar penumpang tidak sempat menyelamatkan diri.
Baca juga: Penyebab Kecelakaan Bus ALS vs Tangki di Muratara Terungkap, Bus Oleng Hindari Lubang
“Mobil tangki saat itu membawa minyak untuk dibongkar. Diduga bahan bakar tersebut yang kemudian menyambar dan menyebabkan kebakaran hebat,” jelas Karim.
Dalam insiden ini, total 16 orang dilaporkan meninggal dunia.
Rinciannya, 14 korban berasal dari penumpang bus ALS, sementara dua lainnya merupakan pengemudi dan penumpang mobil tangki.
Identitas pengemudi bus ALS diketahui bernama Alif (44), warga Jawa Tengah, yang meninggal dunia bersama kernetnya, Saf (50).
Sementara satu kru bus lainnya, M. Fadli, selamat dengan luka ringan.
Dari pihak mobil tangki, pengemudi bernama Yanto dan seorang penumpang bernama Martini juga dilaporkan meninggal dunia.
Baca juga: Identitas 16 Korban Tewas Bus ALS Belum Terungkap, RS Tak Berani Buka Kantong Mayat, Ini Alasannya