Curhat Pilu Istri Usai Suami Meninggal Korban Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara Sumsel
Refly Permana May 06, 2026 10:27 PM

 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU — Ariyanto menjadi korban kecelakaan maut Bus ALS dengan truk tangki di Kabupaten Muratara, Sumsel pada Rabu (6/5/2026) siang.

Ariyanto merupakan sopir truk tangki BBM milik PT Seleraya.

Ia tercatat sebagai warga Desa Ketapat Bening, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara, Sumatra Selatan.

Kepergian almarhum secara tragis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Tak bisa berkata-kata saya," kata istri almarhum Ariyanto, Usbapermi, kepada wartawan di RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

Baca juga: Breaking News: 16 Jenazah Korban Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki di Muratara Dibawa ke Palembang

Usbapermi mengatakan pernikahannya dengan Ariyanto belum lama ini baru saja digelar.

Ariyanto meninggalkan tiga orang anak, dua orang sudah besar dan satu di antaranya masih duduk di bangku SD.

Saat kejadian, korban hendak melakukan loading atau pembongkaran muatan BBM di Simpang Jene, Kabupaten Musi Rawas (Mura).

Dalam peristiwa itu, korban Ariyanto tewas terbakar bersama penumpangnya, Martini.

"Dikabari langsung diminta datang ke TKP. Pas di jalan, disuruh langsung ke rumah sakit," kata Usbapermi.

Dia menceritakan, ketika peristiwa itu terjadi, suaminya hendak pergi menuju tempat bongkar BBM PT Seleraya.

Sebelum kejadian, suaminya singgah ke rumah dan menanyakan apakah mau menitip beli nanas.

"Tidak ada firasat. Pukul 10.00 WIB dia mampir bilang mau nitip beli nanas tidak," ujarnya.

Sementara itu, anak sulung korban, Rangga, mengungkapkan terakhir berkomunikasi dengan korban pada Selasa malam lewat telepon.

"Kami bertelepon seperti biasa, hanya menanyakan kabar saja," ungkapnya.

Kemudian, sekira pukul 15.00 WIB ia dikabari oleh keluarganya bahwa ayahnya mengalami kecelakaan di Kabupaten Muratara dan meninggal dunia.

Baca juga: Ada Perempuan di Truk Tangki yang Bertabrakan dengan Bus ALS di Sumsel, Sumber Api Terungkap

"Saya sedang bekerja di tempat cuci steam, lalu dikabari keluarga kalau ada kecelakaan dan disuruh ke rumah sakit," ujarnya.

Sebelumnya, polisi mengungkap penyebab kecelakaan Bus ALS dengan truk tangki BBM milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel.

Kecelakaan ini terjadi di Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

Dalam laporan kepolisian, jumlah korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas ini sebanyak 16 orang.

Rinciannya, 14 orang dari Bus ALS dan dua orang dari truk tangki BBM.

Sementara itu, penumpang selamat berjumlah empat orang dan kini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya.

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius.

Adapun identitas pengemudi Bus ALS yakni Alif (44 tahun), warga Jawa Tengah, dengan kernet Saf (50) yang meninggal dunia dan M. Fadli yang selamat dan hanya mengalami luka gores.

Kemudian, pengemudi mobil tangki BBM PT Seleraya atas nama Yanto meninggal dunia bersama penumpang Martini.

Kasat Lantas Polres Muratara AKP M. Karim menyampaikan, berdasarkan keterangan kernet bus yang selamat, bus oleng menghindari sesuatu saat melintas di lokasi kejadian.

"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lain. Kemudian terjadi tabrakan depan, sementara mobil tangki posisinya membawa minyak yang akan dibongkar," kata Karim kepada wartawan.

Karim mengungkapkan dugaan penyebab kebakaran diduga berasal dari minyak mentah yang menyambar ke mobil saat kecelakaan.

"Sementara untuk keberadaan sepeda motor, itu milik penumpang dalam bus ALS tersebut," ujarnya.

Kasatlantas menjelaskan, untuk proses selanjutnya jenazah ditempatkan di RS Siti Aisyah sambil menunggu keluarga korban.

"Sejauh ini pihak keluarga sudah satu per satu mengirim data ke Polres Muratara. Kemudian ke depan mungkin ada ciri-ciri khusus yang mereka kenali," bebernya.

Untuk saat ini jenazah dititipkan di rumah sakit terlebih dahulu.

Nantinya, pihak Laboratorium Forensik (Labfor) yang akan mengidentifikasi secara langsung.

"Lalu ke depan mungkin akan diumumkan, kemudian untuk sopir truk tangki BBM itu sudah diketahui identitasnya, yakni warga Belani, Kabupaten Muratara," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.