TRIBUNNEWS.COM - Terkena flu adalah pengalaman yang tidak menyenangkan.
Hidung meler, demam, badan pegal-pegal, dan mungkin juga mengalami gangguan pencernaan yang membuat Anda bolak-balik ke kamar mandi.
Pada titik tertentu, Anda pasti bertanya-tanya apakah ada sesuatu yang bisa dilakukan untuk merasa lebih baik. PREVENTION meminta para dokter untuk menjelaskan cara lebih cepat pulih dari flu.
Pertama-tama, penting untuk memastikan apakah Anda benar-benar terkena flu atau penyakit lain seperti pilek atau COVID-19.
"Langkah pertama adalah melakukan tes, baik dengan tes mandiri di rumah maupun di fasilitas medis," kata Matthew A. Weissman, M.D., dokter spesialis penyakit dalam. "Jika benar influenza, ada obat antivirus yang dapat membantu mengurangi durasi dan keparahan gejala."
Cara Lebih Cepat Pulih dari Flu
Penting untuk diingat bahwa ada batasan dalam mempercepat pemulihan dari penyakit virus, termasuk flu. Namun ada beberapa hal yang dapat membantu.
Istirahat Memberi waktu tubuh untuk beristirahat saat melawan flu memfokuskan energi pada proses penyembuhan, kata Thomas Russo, M.D., profesor dan kepala divisi penyakit menular di University at Buffalo. Meskipun belum jelas apakah tetap aktif bergerak akan memperpanjang durasi flu, istirahat tetap dianjurkan.
Tetap Terhidrasi Flu dapat menyebabkan demam yang meningkatkan risiko dehidrasi akibat keringat berlebih. "Secara umum, kurang cairan dapat mengakibatkan aliran darah ke organ yang tidak optimal, dan itu tidak baik," jelas Dr. Russo. Terhidrasi dengan baik juga dapat membuat Anda merasa lebih nyaman.
Baca juga: Kenapa Setiap Pergantian Musim Pasti Flu? Bukan Kebetulan, Ini Penjelasan Pakar Soal Imun Drop
Dapatkan Vaksin Flu Jika Anda sudah terkena flu, vaksin tidak akan membantu saat ini. Namun mendapatkan vaksin flu sebelum terinfeksi "benar-benar" dapat mempersingkat durasi penyakit. Vaksin flu tidak sempurna dalam mencegah infeksi, tetapi jika Anda tetap terinfeksi, gejalanya cenderung lebih ringan dan pemulihan lebih cepat. "Vaksin flu bisa mengubah flu Anda dari yang ganas menjadi yang ringan," kata William Schaffner, M.D., dari Vanderbilt University.
Konsultasikan Obat Antivirus dengan Dokter Obat antivirus dapat meredakan demam dan gejala lainnya, serta mempersingkat durasi flu sekitar satu hari menurut CDC. Dokter biasanya meresepkan oseltamivir (Tamiflu) atau baloxavir (Xofluza). Namun perlu dipertimbangkan efek sampingnya, seperti mual dan muntah.
Konsumsi Obat Penurun Demam Bebas Resep Obat seperti acetaminophen (Tylenol) atau ibuprofen (Advil) dapat meringankan nyeri dan membuat Anda merasa lebih baik. Namun belum jelas apakah obat ini benar-benar mempercepat pemulihan. Penting: anak-anak dan remaja tidak boleh diberikan aspirin karena risiko sindrom Reye.
Pertimbangkan Suplemen Suplemen seperti zinc, vitamin C, dan elderberry dapat membantu meningkatkan sistem imun, terutama jika asupan makan Anda sedang buruk. Selalu konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi suplemen untuk menghindari interaksi obat.
Lembapkan Udara Menggunakan inhalasi uap atau vaporizer dapat membantu membersihkan saluran hidung dan melembapkan udara yang kering, meskipun tidak secara langsung mempercepat pemulihan.
Tahapan Flu
Masa inkubasi: Waktu dari paparan virus hingga gejala muncul, biasanya sekitar dua hari.
Masa menular: Paling menular pada tiga hingga empat hari pertama gejala muncul.
Masa pemulihan: Kebanyakan orang pulih dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
Apa yang Melawan Virus Flu di Tubuh?
Secara teknis, virus flu tidak bisa "dibunuh" karena virus bukan makhluk hidup. "Berbagai komponen sistem imun bekerja untuk menetralisir virus," kata Amesh A. Adalja, M.D., dari Johns Hopkins. Saat tubuh mendeteksi flu, antibodi akan menempel pada virus dan memungkinkan sel-sel imun untuk menetralisirnya. Obat antivirus tidak membunuh virus, tetapi dapat menghentikan replikasinya jika dikonsumsi cukup awal.
Berapa Lama Flu Bisa Sembuh?
Itu tergantung pada tingkat keparahannya. "Flu pada orang rata-rata berlangsung lima hingga tujuh hari," kata Dr. Schaffner. Namun batuk bisa bertahan hingga dua minggu setelahnya.