Kelakuan Janggal Menantu yang Bunuh Mertua di Mojokerto Terungkap, Pilih Kontrak hingga Ancam Istri
Musahadah May 07, 2026 08:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Kelakuan janggal S (40), menantu yang tega membunuh mertuanya, Siti Arofah (54) di Dusun Sumbertempur RT02/01, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, diungkap kerabat dan tetangganya. 

Ternyata, sebelum menghabisi mertuanya, S yang sehari-hari berjualan mainan anak-anak dan balon menggunakna kostum badut ini pernah mengancam akan membunuh istrinya.

Pelaku juga tidak akur dengan mertuanya sehingga memilih tinggal mengontrak.  

Hal ini diungkapkan keponakan korban, Arifin (58) saat ditemui setelah kejadian pada Rabu (6/5/2026). 

Diceritakan, sebelumnya pelaku bersama istri dan kedua anaknya tinggal di rumah mertua dan memutuskan mengontrak di sebelah rumah mertuanya usai terlibat pertengkaran.

Baca juga: Gelagat Menantu Usai Habisi Mertua dan Buat Istri Sekarat di Mojokerto, Ada Darah Disebut Kena Kaca

Dikatakan Arifin, S dan istrinya Sri Wahyuni menikah dengan status janda dan duda serta membawa anak dari pasangan sebelumnya. 

Selama ini, Sri Wahyuni bekerja di sebuah tempat sablon sepatu daerah Brangkal, Mojokerto. 

Perbuatan pelaku diduga dilatarbelakangi masalah pribadi dan ekonomi.

Bahkan, pelaku sempat mengancam berbuat nekat saat bertengkar dengan istrinya. 

"Dulu pernah mengancam (istrinya dibunuh)," tukasnya. 

Gelagat saat kejadian

Tetangga korban, Nur Aida (32) mengungkap sebelum kejadian dia sempat melihat korban Siti Arofah berjalan menuju rumah kontrakan yang dihuni menantunya.

Jarak rumah korban dengan rumah kontrakan cukup dekat sekitar 80- 100 meter.

Korban memangil anaknya, Sri Wahyuni (35) untuk mengabarkan ada kurir paket COD di rumahnya.

"Ada paket COD buat Bu Yuni, lalu mertuanya memanggil tapi rumahnya dalam kondisi terkunci sudah digedor-gedor tidak menjawab. (Korban) masuk melalui pintu belakang lewat samping rumah saya," ujar Nur Aida di lokasi.

Aida menjelaskan, dirinya melanjutkan aktivitas di dalam rumah dan mandi usai korban masuk ke rumah kontrakan.

Namun tidak lama berselang, warga berkerumun di depan rumah kontrakan tersebut.

Ia tidak mendengar suara keributan di rumah menantu korban.

Pelaku diduga membekap korban dan melakukan perbuatan sadis menggunakan pisau dapur hingga korban meninggal dunia di TKP (Tempat Kejadian Perkara).

"Sama menantunya, (Korban) luka di leher sama perut. Kejadiannya tidak ada tahu, pas lingkungan sepi," ucap Aida.

Di rumah kontrakan ini terdapat tiga kamar, Yuni istri pelaku juga mengalami penganiayaan ditemukan berlumuran darah di kamar belakang dalam kondisi sadar. Petugas mendobrak pintu kamar lantaran pelaku menguncinya dari luar.

"Lukanya sama dan berlumuran darah, wajahnya lebam tapi kondisinya sadar saat ditanya sudah tidak bisa menjawab langsung ditolong ke rumah sakit," jelasnya.

M Suroto, Ketua RT setempat mengaku sempat bertemu dengan pelaku, sesaat setelah tragedi berdarah itu terjadi. 

Suroto melihat langsung pelaku ketika keluar dari rumah usai melakukan perbuatannya.

Saat itu, pelaku sempat mengunci korban lalu membuang kunci ke ruangan tamu dari luar rumah.

Suroto sempat menghampiri S lantaran curiga melihat darah di tangan pelaku.

"Orangnya (Pelaku, Red) lewat depan rumah saya terus bersihkan rumput, tapi kok ada darah di tangannya bilangnya terkena pecahan kaca, lalu langsung pergi," ujar Suroto di lokasi.

Suroto semakin curiga dengan gelagat tetangganya, ia akhirnya menuju rumah kontrakan pelaku yang saat itu dalam kondisi terkunci dari dalam. 

Betapa terkejutnya Pak RT ketika mengintip dari atas sela pintu rumah, dia melihat korban Siti dalam kondisi meninggal dunia berlumuran darah di ruangan tamu rumah kontrakan tersebut. 

Mendapati hal itu, Suroto segera melapor kejadian ini ke Bhabinkamtibmas dan Babinsa desa, yang diteruskan ke Satreskrim Polres Mojokerto.

"Saya sudah curiga pasti ada yang tidak beres, pas lihat dari atas pintu rumahnya ada genangan darah di lantai. Kemudian, saya laporkan ke polisi," jelasnya.

Pelaku Ditangkap di Surabaya

PEMBUNUHAN KEJI - Petugas saat olah TKP di lokasi penganiyaan berujung pembunuhan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026).
PEMBUNUHAN KEJI - Petugas saat olah TKP di lokasi penganiyaan berujung pembunuhan di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Rabu (6/5/2026). (Surya.co.id/Mohammad Romadoni)

Tak sampai 24 jam, pelaku S (40) diringkus ketika berupaya melarikan diri di daerah Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya. 

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, AKP Aldhino Prima Wirdhan membenarkan, petugas gabungan  gabungan Resmob dan Jatanras telah mengamankan pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Akibat perbuatan pelaku menyebabkan mertuanya bernama Siti Arofah (54) meninggal dunia akibat luka benda tajam di leher serta Sri Wahyuni (35) istrinya,  mengalami luka sayatan di leher,

"Alhamdulillah, kurang dari enam jam pelaku berhasil ditangkap di wilayah Asemrowo, Surabaya. Peristiwa sekitar 8.30 WIB dan penangkapan pelaku sekitar pukul 14.00 WIB," ujar AKP Aldhino dalam konferensi pers di Polres Mojokerto, Rabu (6/5) sore.

Penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku S di ruangan Sat Reskrim Polres Mojokerto. 

"Motif dan modus pelaku enganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia masih terus kita selidiki," jelasnya.

Dikatakan AKP Aldhino, penangkapan pelaku dibantu Polsek Asemrowo yang sekilas melihat terduga pelaku naik angkutan umum bus Trans Jatim. 

Pelaku disergap usai turun bus lalu diamankan menuju Polres Mojokerto.

Hasil penyidikan sementara, pelaku S sempat diantar kerabatnya usai berjalan kaki dari TKP (Tempat kejadian perkara) menuju halte bus. 

"Masih terus kita dalami, akan diperiksa semuanya termasuk si pengantar yang bersangkutan," bebernya.

AKP Aldhino menyebut, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari forensik RS Bhayangkara  Pusdik Porong Sidoarjo 
guna memastikan penyebab kematian korban.

Pelaku diduga menggunakan pisau untuk melukai korban hingga mengenai organ vital yang menyebabkan sang mertua meninggal.

"Kita intens komunikasi dengan dokter forensik untuk mengetahui pasti penyebab korban meninggal, nanti pasti akan kita sampaikan," pungkasnya.

Kasat Reskrim AKP Aldhino menambahkan, bahwa kondisi terkini istri pelaku yang juga menjadi korban penganiayaan,  masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. 

"Luka di leher, benda tajam. Kita masih terus selidiki," tukasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.