TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 300 personel kebencanaan mengikuti gladi penanganan bencana gempa bumi dan tsunami di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (6/5/2026).
Kegiatan ini dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana Tahun 2026.
Mengusung tema “Bersatu dalam Siaga Tangguh Hadapi Bencana”.
Baca juga: Pimpin Apel Simulasi Kesiapsiagaan di Majene, SDK: Penanganan Bencana Butuh Sinergi Lintas Sektor
Baca juga: Sulbar Belum Tunjuk Puskesmas Simulasi untuk Program Kesehatan Gratis Prabowo
Gladi ini berlangsung di Lapangan Pancasila, Jl Ratulangi, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali.
Adapun personel yang terlibat yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulbar, TNI-Polri, Dinsos Polman hingga para pelajar.
Pantauan wartawan, gladi simulasi ini menggambarkan terjadinya gempa bumi yang berpotensi tsunami.
Para pelajar dilibatkan sebagai korban reruntuhan saat gempa, lalu dievakuasi oleh jajaran petugas gabungan.
Petugas juga berlatih penanggulangan awal saat gempa terjadi untuk meminimalisasi adanya korban jiwa.
"Kegiatan ini agar semua personel mengetahui apa yang harus kita lakukan saat terjadi gempa bumi dan tsunami," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sulbar, Ulfian.
Dia menyampaikan gladi ini mensimulasikan terjadinya gempa bumi dan tsunami serta tindakan penanganan awal.
Tujuannya agar seluruh personel mengetahui peran dan fungsinya masing-masing dalam penanganan.
Ulfian menyebut dengan adanya kegiatan ini, petugas tidak lagi kaku dalam menghadapi bencana alam.
"Kita juga memberikan edukasi kepada poskamling sebagai garda terdepan dalam penanganan bencana," ungkapnya.
Dia menyebut simulasi ini juga sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, utamanya pelajar yang turut aktif.
Untuk itu, petugas dari poskamling diikutsertakan dalam simulasi dalam rangka melakukan upaya penanganan bencana.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli