TRIBUNGORONTALO.COM – Pihak kepolisian memperluas penyelidikan kasus penemuan mayat bayi di pesisir Pantai Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, dengan menelusuri data kehamilan warga hingga ke posyandu setempat.
Langkah itu dilakukan untuk mengungkap identitas pelaku yang diduga terkait dengan jasad bayi laki-laki yang ditemukan di pantai pada Selasa (5/5/2026).
Kapolsek Kota Timur, IPTU Salea Frangky Tumanduk, mengatakan penyelidikan masih terus berjalan dan membutuhkan waktu.
“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk mencari pelakunya. Tetapi proses penyelidikan memerlukan waktu,” ujarnya saat diwawancarai TribunGorontalo.com, Kamis (7/5/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi kini melibatkan Bhabinkamtibmas dan aparat kelurahan untuk memantau kemungkinan adanya warga yg sebelumnya diketahui hamil namun menimbulkan kejanggalan.
“Saat ini saya sudah memerintahkan kepada Bhabinkamtibmas di wilayah setempat untuk imbauan kepada masyarakat di sekitar TKP,” katanya.
Salea menyebut pihaknya bahkan mulai memperdalam data kehamilan melalui posyandu.
Menurut dia, polisi meminta masyarakat melapor jika mengetahui hal-hal mencurigakan, terutama terkait perempuan yang sebelumnya diketahui hamil.
“Jika ada hal-hal mencurigakan, maksudnya jika di situ ada yang hamil,” lanjutnya.
Baca juga: Pengakuan Tomi Panto Penemu Jasad Bayi di Gorontalo, Suara Tangisan Jadi Petunjuk
Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan dengan pemerintah kelurahan untuk membantu penelusuran.
“Kita konekkan sampai ke situ (posyandu),” ujarnya.
Penelusuran data posyandu dilakukan untuk mencari kemungkinan adanya ibu hamil yang rutin memeriksakan kandungan namun tiba-tiba tidak lagi diketahui keberadaan bayinya.
Selain mendalami identitas ibu bayi, polisi juga masih menyelidiki lokasi awal bayi tersebut dibuang.
Penyidik belum memastikan apakah jasad bayi dibuang langsung di sekitar pesisir Leato Selatan atau hanyut terbawa arus dari lokasi lain.
“Sementara itu kami juga masih mendalami apakah bayi itu dibuang dari tempat lain kemudian hanyut terbawa ombak atau dibuang di daratan sekitar lokasi,” jelas Salea.
Ia mengatakan sejauh ini polisi belum mengarah pada pihak tertentu karena minimnya petunjuk di lokasi kejadian.
Salah satu kendala utama penyelidikan adalah tidak adanya kamera pengawas di sekitar pantai tempat jasad bayi ditemukan.
“CCTV dekat lokasi di pantai tidak ada,” ungkapnya.
Pantauan TribunGorontalo.com, lokasi penemuan bayi memang cukup jauh dari permukiman warga.
Area terdekat hanya berada di sekitar kawasan wisata Blue Marlin.
Salea juga menduga bayi tersebut lahir dalam kondisi prematur.
Namun kemungkinan lain juga masih didalami penyidik.
“Kalau bukan prematur maka bayi tersebut dipaksa lahir,” pungkasnya.
Meski jasad bayi telah dimakamkan di pekuburan umum Kelurahan Leato Selatan setelah dilakukan visum di RSUD Aloe Saboe, polisi memastikan proses penyelidikan tetap berlanjut. (*)