SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU – Seorang warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, bernama Zidan batal berangkat menggunakan Bus ALS 346 jurusan Semarang–Medan yang mengalami kecelakaan maut di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, Rabu (6/5/2026).
Bus ALS tersebut terlibat tabrakan dengan mobil tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, yang menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
Pemilik loket ALS di Kota Lubuklinggau, Mariya Hana, mengatakan Zidan sebenarnya sudah memiliki tiket untuk berangkat menggunakan bus nahas tersebut menuju Aceh untuk bekerja.
Namun, saat dihubungi pihak loket, Zidan mengaku belum siap berangkat sehingga keberangkatannya ditunda.
“Kemarin Zidan saat dihubungi mengaku belum siap,” ujar Mariya kepada Tribunsumsel.com dan Sripoku.com, Kamis (7/5/2026).
Menurut Mariya, Zidan akhirnya memilih menggunakan Bus ALS lainnya, yakni ALS 361 yang berangkat pada pukul 14.00 WIB.
Ia menjelaskan, Bus ALS 346 biasanya tiba di Lubuklinggau sekitar pukul 10.30 WIB untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju Sumatera Utara.
“Bus berhenti sekitar satu jam untuk istirahat penumpang dan menurunkan barang,” katanya.
Mariya juga menyebut kondisi bus ALS 346 sebelum kecelakaan dinilai masih layak jalan dan tidak pernah mengalami kendala serius selama beroperasi.
“Kondisi mobilnya bagus, selama ini belum pernah dengar macet atau mengalami masalah besar,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perusahaan bus ALS memiliki aturan terkait usia kendaraan yang masih diperbolehkan beroperasi di jalan raya.
“Kalau sudah masuk usia tertentu, kendaraan memang tidak boleh lagi jalan,” jelasnya.
Menurut Mariya, hingga kini ALS masih menjadi pilihan masyarakat karena memiliki banyak tujuan perjalanan dan tarif yang relatif lebih murah dibandingkan bus lain.
“ALS lebih murah dan semua jurusan ada,” tutupnya.