SRIPOKU.COM, PALEMBANG— Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menyatakan bahwa kondisi infrastruktur jalan di wilayah Sumatera Selatan secara umum sudah dalam kondisi baik.
Hal itu disampaikan Herman Deru saat dimintai tanggapan terkait dugaan kecelakaan maut Bus ALS dan truk tangki di Jalur Lintas Sumatera wilayah Kelurahan Karang Jaya yang disebut-sebut dipicu adanya lubang jalan.
Namun, Herman Deru enggan berkomentar lebih jauh mengenai dugaan penyebab kecelakaan tersebut dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.
“Saya belum bisa bicara soal itu, karena jalan di Sumsel 90 persen bagus,” kata Herman Deru di sela kunjungannya di RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang, Kamis (7/5/2026).
Usai meninjau proses identifikasi korban, Herman Deru mengatakan dirinya telah berkomunikasi langsung dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution terkait musibah tersebut.
“Semalam kami sudah teleponan dengan Pak Bobby Nasution. Beliau menyampaikan bela sungkawanya. Kita sebagai wilayah yang menjadi lokasi kecelakaan ini tentu merasa sangat prihatin dan berduka,” katanya, Kamis (7/5/2026), siang.
Lanjut Herman Deru, selain adanya korban dari luar daerah, kendaraan yang mengalami kecelakaan juga dikemudikan oleh sopir dan kernet asal Sumatera Selatan, tepatnya dari Kabupaten Muratara.
Herman Deru menegaskan bahwa pihaknya tidak masuk ke dalam proses penyelidikan penyebab kecelakaan karena hal tersebut merupakan kewenangan pihak kepolisian.
“Nanti Pak Kapolda yang akan memberikan penjelasan secara lengkap dan akurat terkait penyebab kecelakaan. Kita tidak masuk ke ranah itu,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru juga meminta kepada Jasa Raharja agar memberikan santunan kepada seluruh korban tanpa membeda-bedakan latar belakang korban.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga akan membantu proses pemulangan jenazah ke daerah asal masing-masing setelah proses identifikasi selesai dilakukan.
“Setelah teridentifikasi, tentu saya bersama Pak Bobby akan membantu pemulangan jenazah ini ke kediaman masing-masing atas dasar kemanusiaan dan solidaritas,” ungkapnya.
Herman Deru menekankan pentingnya proses identifikasi korban dilakukan secara teliti agar tidak terjadi kesalahan penyerahan jenazah kepada pihak keluarga.
“Jangan sampai salah korban yang dibawa pulang ke rumah keluarga masing-masing. Karena itu identifikasi sangat penting,” tegasnya.