Sosok Aman Yani yang Dicatut Terdakwa Pembunuh Haji Sahroni Sekeluarga, Bekerja di Bank Sama Korban
Musahadah May 07, 2026 03:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Terungkap sosok Aman Yani yang disebut terdakwa Ririn Rifanto sebagai salah satu pembunuh Haji Sahroni sekeluarga di Kelurahan Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Sebelumnya, seusai sidang, Ririn Rifanto berkoar tidak pernah membunuh Haji Sahroni dan empat anggota keluarganya. 

Ririn justru menyebut nama-nama lain seperti Aman Yani, Yoga, Joko dan Hardi sebagai pelaku sesungguhnya. 

"Saya bukan pelakunya pak, saya bukan pelakunya. Pak Aman Yani, Yoga, Joko, Hardi (pelakunya)," teriak Ririn Rifanto saat hendak dibawa ke mobil tahanan. 

“Saya bukan pelaku pembunuhan. Pelakunya Aman Yani, Hardi, Yoga, sama Joko. (Kaki patah) karena disuruh mengakui, yang matahin kepolisian,” sebut Ririn lantang.

Baca juga: Buntut Terdakwa Pembunuh Haji Sahroni Sekeluarga Berkoar Dianiaya Polisi , Keluarga Ricuh di Sidang

Pernyataan itu membuat sosok Aman Yani menjadi perhatian, terutama karena namanya muncul dalam perkara pembunuhan lima orang anggota keluarga di Indramayu.

Siapakah Aman Yani? 

Aman Yani disebut mantan pegawai Bank BJB

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui keterangan keluarga Aman Yani, pria itu disebut pernah bekerja di Bank BJB selama lebih dari 20 tahun.

Aman Yani awalnya bekerja sebagai satpam di bank tersebut pada 1991.

Kariernya kemudian berkembang hingga menjadi pegawai dan berpindah-pindah tempat tugas.

Pada 2013 hingga Agustus 2015, Aman Yani disebut pernah menjabat sebagai Manajer Komersial Bank BJB.

Terakhir, Aman Yani bertugas di Bank BJB Pusat di Bandung pada 2015.

Namun, menurut keluarganya, Aman Yani menghilang sejak 2016 dan tidak diketahui keberadaannya hingga kini.

Latar belakang Aman Yani ini hampir serupa dengan korban Haji Sahroni. 

Haji Sarnoni juga pensiunan Bank BJB. 

Setelah pensiun Haji Sahroni memiliki usaha walet di rumahnya. 

Sementara Budi, anak Sahroni, sebelumnya juga bekerja di sebuah bank.

Namun dia keluar dan kini membuka usaha toko grosir bersama istrinya, Euis.

Tokonya berlokasi tidak jauh dari rumah, hanya sekitar 30 meter.

Aman Yani Menghilang

Sebelum menghilang pada 2016, Aman Yani disebut sempat menyampaikan kepada keluarga bahwa ia pensiun dini.

Setahun setelah Aman Yani tak lagi diketahui keberadaannya, pihak Bank BJB mendatangi keluarga untuk membicarakan hak terakhir yang belum diambil.

"Tahun 2017 pihak BJB mendatangi keluarga untuk membicarakan soal gaji terakhir dan pesangon yang belum diambil," ungkap adik Aman Yani kepada Dedi Mulyadi, dikutip dari Tribunnews, Kamis (7/5/2026).

Keluarga Aman Yani mengaku terkejut saat nama Aman disebut dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.

Adik Aman Yani, Uyat Suratman, mengatakan, keluarga selama ini juga tidak mengetahui keberadaan Aman yang disebut menghilang sejak sekitar 10 tahun lalu.

Namun, keluarga mengaku mengenal Ririn Rifanto sebagai keponakan dari istri Aman Yani.

Menurut keluarga, Ririn pernah datang menemui mereka sekitar Desember 2023.

Saat itu, Ririn disebut membawa informasi terkait Aman Yani dan mengaku mendapat surat kuasa untuk mencairkan uang pensiun Aman.

"Ririn itu Desember 2023 ketemu sama kami bilang kalau ada informasi soal kang Aman. Yang disampaikan kalau dia (Ririn) dapat surat kuasa dari Aman Yani untuk mencairkan uang pensiunnya, menyuruh saya untuk mengisi formulir yang ia bawa sebagai ahli waris," pungkas adik Aman.

Dedi Mulyadi kemudian mempertanyakan alasan keluarga diminta mengisi formulir ahli waris, padahal Aman Yani belum dinyatakan meninggal.

"Kan belum meninggal?" tanya Dedi Mulyadi heran.

Keluarga menyebut permintaan itu didasarkan pada surat kuasa yang ditunjukkan Ririn.

"Karena dia menunjukkan surat kuasa yang ngaku dari kakak saya, Aman Yani," ujar adik Aman.

Dedi kembali menanyakan pihak yang seharusnya berhak memberikan persetujuan jika berkaitan dengan ahli waris.

"Yang harus memberikan ahli waris harusnya istrinya dong?" tanya Dedi lagi.

Keluarga akhirnya tidak menandatangani formulir yang dibawa Ririn.

"Makanya kami enggak ngisi," akui adik Aman.

Keluarga siap jika Aman Yani diperiksa polisi

Uyat Suratman mengatakan, keluarga tidak keberatan apabila Aman Yani diperiksa polisi untuk menguji keterangan yang menyebutnya terlibat dalam kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu.

Namun, ia menegaskan bahwa keluarga tidak mengetahui keberadaan Aman Yani sejak lama.

“Dan kalau memang bener Pak Aman itu pelaku dan jadi tersangka, silakan proses secara hukum, gitu. Biar istilahnya mah saya tuh sekeluarga enggak perlu capek-capek nyari lagi," pungkas Uyat.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa keluarga Aman Yani juga masih menunggu kejelasan atas keberadaan dan status hukum Aman setelah namanya disebut oleh Ririn.

Kronologi kasus pembunuhan satu keluarga di Indramayu

DIKENAL TERTUTUP - Haji Sahroni yang jasadnya ditemukan di dalam rumah bersama empat anggota keluarganya dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Senin (1/9/2025) jadi perhatian publik.
DIKENAL TERTUTUP - Haji Sahroni yang jasadnya ditemukan di dalam rumah bersama empat anggota keluarganya dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Pembunuhan satu keluarga di Indramayu, Senin (1/9/2025) jadi perhatian publik. (Kolase Tribun Jabar)

Kasus pembunuhan satu keluarga ini terjadi di sebuah rumah di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Indramayu, Kamis (28/8/2025) malam.

Lima korban dalam kasus tersebut adalah H Sahroni (75), Budi (45), Euis Juwita Sari (40), RK (7), dan bayi B yang masih berusia 8 bulan.

Jenazah para korban ditemukan pada Senin (1/9/2025) setelah warga mencium bau busuk menyengat dari dalam rumah.

Polisi kemudian menangkap Ririn Rifanto dan Priyo Bagus Setiawan di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu, pada Senin (8/9/2025) sekitar pukul 03.00 WIB.

Kasus tersebut kini telah masuk tahap persidangan di Pengadilan Negeri Indramayu.

Sumber: https://regional.kompas.com/read/2026/05/07/132718978/siapa-aman-yani-yang-disebut-terlibat-pembunuhan-satu-keluarga-di-indramayu?page=all#page2.

===

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam Whatsapp Channel Harian Surya. Melalui Channel Whatsapp ini, Harian Surya akan mengirimkan rekomendasi bacaan menarik Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Persebaya dari seluruh daerah di Jawa Timur.  

Klik di sini untuk untuk bergabung 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.