SURYA.CO.ID - Membaca Surat Yasin dan rangkaian Tahlil merupakan tradisi spiritual di kalangan umat Muslim Indonesia.
Biasanya, amalan ini dilakukan secara rutin pada malam Jumat, saat menjenguk orang sakit, atau sebagai doa bagi ahli kubur dalam acara tahlilan (peringatan 7 hari, 40 hari, hingga 1000 hari).
Berikut adalah panduan lengkap tata cara baca Yasin dan Tahlil sesuai urutan, lengkap dengan teks Arab, Latin, dan artinya.
Surat Yasin dikenal umat Islam sebagai jantung-nya Al-Qur'an yang memiliki fadhilah pengampunan dosa dan ketenangan hati.
Sementara Tahlil adalah rangkaian zikir dan doa yang ditujukan untuk mengagungkan Allah SWT serta mengirimkan pahala doa kepada sanak saudara yang telah wafat.
Itulah mengapa membaca Yasin dan Tahlil menjadi amalan mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta mendoakan orang-orang yang telah berpulang terlebih dahulu.
1. Pengantar / Tawasul (Hadiah Al-Fatihah)
Sebelum memulai, kita mengirimkan Al-Fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, para wali, serta ahli kubur.
إِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، شَيْءٌ لِلَّهِ لَهُمُ الْفَاتِحَةُ
Latin: Ila hadrotin nabiyyil musthofa sayyidina Muhammadin shallallahu 'alaihi wasallam, wa 'ala alihi wa ash-habihi, syai-un lillahi lahumul faatihah.
Artinya: “Ke hadirat Nabi yang terpilih, Muhammad SAW, juga kepada keluarga dan para sahabatnya. Segala sesuatu bagi Allah, bagi mereka Al-Fatihah.” (Lalu baca Al-Fatihah).
2. Membaca Surat Yasin
Setelah tawasul, bacalah Surat Yasin ayat 1–83. Berikut cuplikan pembuka:
يس (1) وَالْقُرْآنِ الْحَكِيمِ (2) إِنَّكَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ (3) عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (4)
Latin: Yaasiin. Wal quraanil hakiim. Innaka laminal mursaliin. 'Alaa shiraathim mustaqiim.
Artinya: “Yasin. Demi Al-Qur'an yang penuh hikmah. Sungguh, engkau (Muhammad) adalah salah seorang dari rasul-rasul. (Yang berada) di atas jalan yang lurus.”
(Lanjutkan sampai ayat 83).
Baca juga: Bacaan Surah Yasin Ayat 1–83: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya
3. Membaca Surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Setelah Yasin, bacalah surat-surat pendek berikut masing-masing satu atau tiga kali, diselingi tahlil:
Surat Al-Ikhlas: Qul huwallahu ahad...
Tahlil: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (Laa ilaha illallahu wallahu akbar)
Surat Al-Falaq: Qul a'udzu birabbil falaq...
Tahlil: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ (Laa ilaha illallahu wallahu akbar)
Surat An-Nas: Qul a'udzu birabbin naas...
4. Membaca Awal Surat Al-Baqarah (Ayat 1–5)
الَمَ (1) ذَلِكَ الْكِتَابُ لاَ رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (2) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3)
Alif laam miim. Dzaalikal kitaabu laa raiba fiihi hudal lil muttaqiin. Alladziina yu'minuuna bil ghaibi wa yuqiimuunash shalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun.
Artinya: “Alif Lam Mim. Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.”
5. Membaca Ayat Kursi (Al-Baqarah: 255)
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ...
Latin: Allahu laa ilaaha illa huwal hayyul qayyum, laa ta'khudzuhu sinatuw walaa naum...
Artinya: “Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), tidak mengantuk dan tidak tidur...”
6. Kalimat Thayyibah (Zikir Tahlil)
Istighfar: أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمَ (Astaghfirullahal 'adzim) – 3x
Sholawat: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (Allahumma shalli 'ala sayyidina Muhammad) – 3x
Tahlil: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ (Laa ilaha illallah) – 33x / 100x
7. Doa Tahlil (Doa Penutup)
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ
Latin: Allahummaghfir lahum warhamhum wa 'aafihim wa'fu 'anhum.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah mereka, rahmatilah mereka, sejahterakanlah mereka, dan maafkanlah kesalahan mereka.”
8. Doa Penutup
أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ، الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ حَمْدَ النَّاعِمِيْنَ، حَمْدًا يُّوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَّعَلَى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحِمَّدٍ
اَللّٰهُمَّ تَقَبَّلْ وَأَوْصِلْ ثَوَابَ مَا قَرَاْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَا هَلَّلْنَا وَمَا سَبَّحْنَا وَمَا اسْتَغْفَرْنَا وَمَا صَلَّيْنَا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً إِلَى حَضَرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ أَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَإِلَى جَمِيْعِ إِخْوَانِهِ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَاءِ الْعَامِلِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِي سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ وَالْمَلَائِكَةِ الْمُقَرَّبِيْن، خُصُوْصًا إِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجِيْلَانِيّ، ثُمَّ إِلَى أَرْوَاحِ جَمِيْعِ أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ الْأَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا إِلَى آبَائِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا، وَنَخَصُّ خَصُوْصًا إِلَى مَنِ اجْتَمَعْنَا هٰهُنَا بِسَبَبِهِ وَلِأَجْلِهِ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُمْ، اَللّٰهُمَّ أَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلَى أَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ أَهْلِ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ
رَبَّنَا أَرِنَا الْحَقَّ حَقًّا وَّارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَأَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلًا وَّارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ، رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ، اَلْفَاتِحَة
A‘ûdzubillâhi minasy-syaithâr-rajîm, bismillâhir-rahmânir-rahîm, al-hamdulillâhi rabbil-‘alamîn, hamdasy syâkirin, hamdan nâ‘imîn, hamdan yuwâfî ni‘amahu wa yukâfî’u mazîdah(u), yâ rabbanâ lakal-hamdu kamâ yanbaghî lijalâli wajhika wa ‘adhîmi sulthânika, allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammadin wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammadin.
Allâhumma taqabbal wa aushil tsawâba mâ qara’nâhu minal-qur’anil-‘adhîmi wa mâ hallalnâ wamâ sabbahnâ wamâstaghfarnâ wamâ shallainâ ‘alâ sayyidinâ Muhmmadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ hadiyyatan wâshilatan wa rahmatan nâzilatan wa barakatan syâmilatan ilâ hadlrati habîbinâ wa syafî‘nâ wa qurrati a‘yuninâ sayyidinâ wa maulana Muhammadin shallallâhu ‘alaihi wa sallamâ, wa ilâ jamî‘i ikhwânihi minal-anbiyâ’i wal mursalîna wal-auliyâ’i wasy-syuhadâ’i wash-shalihina wash-shahâbati wat-tâbi‘înâ wal-‘ulamâ’il-‘âmilîna wal-mushannifînal-mukhlashîna wa jamî‘il-mujâhidînâ fî sabîlillâhi rabbil-‘âlamîna wal-malâ’ikatil-muqarrabîna, khusûshan ilâ sayyidinâsy-Syaikhi Abdil Qâdir al-Jîlâni, tsumma ilâ arwâhi jami‘i ahlil-qubûri minal-muslimînâ wal-muslimâti wal-mu’minînâ wal-mu’minâti min masyâriqil-ardli wa maghâribihâ barrihâ wa bahrihâ khusushan ilâ âbâ’inâ wa ummahâtinâ wa ajdâdinâ wa jaddâtinâ, wa nakhushshu khusûshan ilâ man ijtama‘nâ hahunâ bisababihi wa liajlihi.
Allâhummaghfirlahum warhamhum wa ‘âfihim wa‘fu ‘anhum, allâhumma anzilir-rahmata wal-maghfirata ‘alâ ahlil-qubûri min ahli lâ ilâha illallâhu muhammadur-rasûlullahi.
Rabbanâ arinâl-haqqa haqqan warzuqnât-tibâ‘ah, wa arinâl-bâthila bâthilan warzuqnâj tinâbah. Rabbanâ âtinâ fid-dunyâ hasanatan wa fil-âkhirati hasanatan wa qinâ ‘adzaban-nâr. Subhâna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammâ yashifun, wa salamun ‘alal-mursalîn, wal-hamdulillâhi rabbil-‘âlamîn. Al-fâtihah..
Artinya: "Aku berlindung diri kepada Engkau dari setan yang di rajam. Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seru sekalian alam, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang yang memperoleh nikmat sama memuji, dengan pujian yang sesuai dengan nikmatnya dan memungkinkan di tambah nikmatnya. Tuhan kami, hanya Engkau segala puji, sebagaimana yang patut terhadap kemuliaan Engkau dan keagungan Engkau. Ya Allah tambahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya.
Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala ayat-ayat Quranul ‘adhim yang telah kami baca, tahlil kami, tasbih dan istighfar kami, dan bacaan shalawat kami kepada penghulu kami Nabi Muhammad dan kepada keluarganya. Sebagai hadiah yang bisa sampai, rahmat yang turun, dan berkah yang cukup kepada kekasih kami, penolong dan buah mata kami, penghulu dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, kepada semua temannya dari para Nabi dan para Utusan, kepada para wali, pahlawan yang gugur (Syuhada), orang-orang yang salih, para sahabat, dan tabi’in (para pengikutnya); kepada para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas, kepada semua pejuang di jalan Allah (membela agama-Nya), Allah raja seru sekalian alam; dan kepada para Malaikat muqarrabin, terutama Syekh Abdul Qadir al-Jilani, kemudian kepada ahli kubur, muslim yang laki-laki dan yang perempuan, mukmin yang laki-laki dan yang perempuan, dari dunia timur dan barat di darat dan di laut, terutama lagi kepada bapak-bapak kami, ibu-ibu kami, nenek-nenek kami yang laki-laki dan yang perempuan, lebih terutama lagi kepada orang yang menyebabkan kami sekalian berkumpul di sini dan untuk keperluannya.
Ya Allah ampunilah mereka, kasihanilah mereka, dan maafkanlah mereka. Ya Allah turunkanlah rahmat, dan ampunan kepada ahlul kubur yang ahli mengucapkan “Laa ilaaha illaallah, Muhammadur rasulullah” (Tidak ada tuhan selain Allah, Muhammad Utusan Allah).
Tuhan kami, tunjukkanlah kami kebenaran dengan jelas, jadikanlah kami pengikutnya, tunjukkanlah kami perkara batil dengan jelas, dan jadikanlah kami menjauhinya. Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api neraka, Maha Suci Tuhanku, tuhan yang bersih dari sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir, semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para Utusannya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian Alam. Al Fatihah...".