SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), mentransformasi perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum penguatan karakter melalui kegiatan Gebyar PAUD yang inovatif. Bertempat di halaman Kantor Dinas Pendidikan Lamongan, Kamis (7/5/2026), acara ini bukan sekadar seremoni, melainkan wadah kolaborasi konkret antara guru, orang tua dan anak didik.
Fokus utama kegiatan ini adalah memanfaatkan 'Golden Age' atau usia emas anak untuk menanamkan nilai-nilai luhur. Salah satu agenda yang paling menyita perhatian publik, adalah Lomba Ayah Bunda Bercerita dengan tema strategis "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat". Antusiasme luar biasa dari puluhan pasangan orang tua yang tampil ekspresif demi membangun literasi sejak dini.
Kehadiran orang tua dalam ekosistem pendidikan sekolah, dianggap sebagai faktor penentu keberhasilan karakter.
Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lamongan, Cana Antyanta Dirham Akbar Aksara, menegaskan bahwa keterlibatan aktif ayah dan bunda memiliki pengaruh psikologis yang mendalam bagi tumbuh kembang anak.
"Kehadiran orang tua dalam aktivitas sekolah akan menciptakan kedekatan emosional yang positif sekaligus memperkuat komunikasi dalam keluarga," ujar Cana.
Ia menambahkan, bahwa pendidikan karakter tidak bisa dipasrahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah saja. Keluarga adalah lingkungan pertama (primary environment), dan melalui aktivitas mendongeng, nilai-nilai moral dapat diserap anak dengan cara yang menyenangkan tanpa merasa ditekan.
Selain fokus pada murid dan orang tua, Gebyar PAUD Hardiknas 2026 juga memberikan panggung apresiasi bagi para pendidik melalui ajang 'Talent Teacher'.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Hariyanto, menjelaskan bahwa rangkaian acara ini berlangsung selama 2 hari dengan standar seleksi yang ketat di tingkat daerah.
Beberapa poin utama dalam rangkaian Gebyar PAUD ini meliputi:
Secara sosiologis, kegiatan seperti Gebyar PAUD ini merupakan langkah preventif terhadap dampak negatif paparan gadget berlebih pada anak usia dini. Dengan mengajak orang tua kembali bercerita secara lisan, interaksi dua arah yang krusial bagi perkembangan otak anak kembali dihidupkan.
Tema "Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat" yang diangkat dalam lomba ini selaras dengan visi nasional dalam membentuk Profil Pelajar Pancasila. Langkah inovatif Dinas Pendidikan Lamongan ini, diharapkan menjadi blueprint bagi daerah lain dalam mengintegrasikan peran keluarga ke dalam kurikulum informal.
Dengan hubungan keluarga yang harmonis dan dukungan penuh dari para pendidik yang kreatif, Lamongan optimis mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat serta mentalitas pemenang.
Imbauan untuk Orang Tua: Para pakar menyarankan orang tua meluangkan waktu minimal 15-20 menit setiap hari untuk berinteraksi intensif, atau membacakan buku bersama anak guna meningkatkan kecerdasan linguistik dan empati mereka.