SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mengawali tahun 2026 dengan torehan prestasi gemilang melalui pencatatan pendapatan kuartalan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan. Emiten telekomunikasi ini berhasil membukukan total pendapatan sebesar Rp 15,2 triliun pada kuartal pertama (Q1) 2026, atau melonjak 12 persen dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY).
Keberhasilan ini tidak lepas dari strategi agresif perusahaan dalam mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) serta ekspansi masif hingga ke wilayah pelosok pedesaan, khususnya di Jawa Timur (Jatim). Pertumbuhan dua digit pada indikator keuangan utama ini, menegaskan posisi Indosat sebagai pemain kunci dalam transformasi digital nasional.
Presiden Direktur dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengungkapkan bahwa performa solid ini didorong oleh penerapan hyper-personalization berbasis AI. Teknologi ini memungkinkan perusahaan memberikan layanan yang lebih relevan dan spesifik bagi setiap individu pelanggan.
Berikut adalah rincian performa keuangan Indosat pada Q1 2026:
"Dengan AI Hyper-personalization, kami dapat lebih relevan dalam setiap interaksi. Hal ini tercermin dari loyalitas pelanggan yang semakin kuat dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ujar Vikram Sinha dalam keterangan resminya, Kamis (7/5/2026).
Wilayah Jawa Timur memegang peranan krusial dalam peta pertumbuhan perusahaan. Hingga awal 2026, Indosat Region Jatim mencatatkan trafik data sebesar 15,4 persen YoY dengan total basis pelanggan mencapai 14,4 juta jiwa.
Fahd Yudhanegoro, EVP - Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, menyatakan bahwa capaian ini mengukuhkan Jatim sebagai kontributor pelanggan terbesar kedua bagi Indosat di Indonesia. Hal ini didorong oleh kualitas jaringan yang semakin stabil di berbagai titik strategis.
Tidak hanya fokus di perkotaan, melalui semangat #LebihBaikIndosat, perusahaan kini gencar melakukan penetrasi ke wilayah rural (pedesaan) di Jawa Timur. Strategi ini diimplementasikan melalui inisiatif "Desa Terkoneksi" yang bertujuan mempersempit kesenjangan digital.
Beberapa poin penting dari ekspansi pedesaan ini meliputi:
"Kami tidak hanya membawa sinyal, tapi juga menggerakkan ekonomi lokal melalui edukasi digital dan pembukaan outlet desa. Konektivitas berkualitas hingga tingkat desa adalah mesin pertumbuhan baru bagi kami," pungkas Fahd.
Bagi masyarakat di pelosok Jawa Timur, kehadiran infrastruktur 5G ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas UMKM lokal dan mempermudah akses pendidikan serta layanan kesehatan berbasis digital secara merata.