TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Koordinator Presidium Majelis Wilayah Forum Alumni Perempuan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia Wati (FORHATI) Papua Barat Daya Fatmawati Tamima mengatakan, setiap orang yang berhimpun di rumah hijau hitam tidak terlalu penting, tetapi HMI yang menjadikan setiap kader menjadi bernilai.
Baca juga: 472 Mahasiswa OAP Terima Bantuan Studi Akhir dari Pemprov Papua Barat Daya
Oleh karena itu, setiap kader yang merasa diri ditempa dan berproses di himpunan, sudah seharusnya terpanggil agar menjaga HMI, sehingga tidak ada lagi dinamika internal.
"Saya mau bilang, Ayahanda Lafran Pane mendirikan HMI, namun ketika barang ini harus besar maka beliau lapang dada serahkan jabatan ke temannya," kata Fatmawati pada Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-XV HMI di Kota Sorong, Rabu (6/5/2026).
"Saya mau, setiap kader yang berdinamika wajib mecontoh itu agar tak merusak HMI."
Fatmawati berharap, Konfercab XV bisa menjadi titik sentral setiap kader bersatu dan melanjutkan estafet lagi kaderisasi HMI.
Konfercab bertema "Mempererat Silaturahmi, Pertegas Komitmen, dan Mewujudkan Regenerasi yang Berintegritas" itu berlangsung di kantor Sekretariat KKSS Kota Sorong.
Aanggota Karteker HMI Cabang Sorong Haryadi Alexander menambahkan, awalnya pihaknya diutus PB HMI bersama dua rekan.
Baca juga: Seminar Refleksi 80 Tahun Perempuan, Forhati Papua Barat Daya Edukasi Mama-mama di Daerah Binaan
Selain dirinya, dalam Surat Keputusan (SK) Nomor: 447/A/SEK/03/1447 H ada Syawal Tamher dan Umran Usman.
"Kami berharap Konfercab XV bisa menjadi jembatan bagi setiap kader, sehingga bersatu membangun gerakan dan lanjutkan kaderisasi di HMI Cabang Sorong," ucap Haryadi. (tribunsorong.com/safwan ashari)