Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,53 Persen di Triwulan I 2026, BI Sebut Daya Tahan Daerah Tetap Kuat
Hendra May 07, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menilai pertumbuhan ekonomi daerah pada triwulan I 2026 menunjukkan ketahanan yang cukup kuat di tengah tekanan global dan moderasi ekonomi yang masih berlangsung.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2026 tumbuh sebesar 4,53 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Angka tersebut relatif stabil dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat tumbuh 4,54 persen (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S Tama menyampaikan, capaian tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi daerah masih bergerak positif di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Pertumbuhan ekonomi Bangka Belitung pada triwulan I 2026 tetap tangguh dan terjaga, ditopang oleh aktivitas konsumsi masyarakat, pembangunan fisik, serta penguatan sejumlah sektor unggulan daerah," kata Rommy kepada Bangkapos.com, Kamis (7/5/2026).

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum yang tumbuh sangat tinggi hingga 39,46 persen (yoy).

Kondisi tersebut didorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat selama momentum Ramadan, Idulfitri, dan Imlek yang berlangsung berdekatan pada awal tahun ini.

Selain itu, perluasan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) disebut turut memberikan dampak signifikan terhadap pergerakan ekonomi daerah.

Tak hanya itu, sektor konstruksi juga mencatatkan pertumbuhan positif seiring pembangunan berbagai fasilitas penunjang program pemerintah. Sementara sektor pertanian tumbuh didorong peningkatan produksi perikanan, tanaman pangan, dan peternakan.

Adapun sektor perdagangan ikut menopang pertumbuhan ekonomi melalui meningkatnya aktivitas perdagangan ritel modern maupun lokal, termasuk penjualan kendaraan bermotor baru.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh sebesar 3,88 persen (yoy). Menurut BI, kondisi tersebut mencerminkan daya beli masyarakat yang masih terjaga.

Peningkatan aktivitas SPPG dan KDMP juga disebut membuka lapangan pekerjaan baru yang berdampak terhadap peningkatan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 14,58 persen (yoy), didorong meningkatnya realisasi belanja pegawai, termasuk pembayaran gaji ke-14 atau tunjangan hari raya (THR) bagi ASN dan non-ASN.

Belanja pemerintah untuk mendukung implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Di sisi lain, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi fisik tumbuh sebesar 4,50 persen (yoy), sejalan dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur dan pembelian kendaraan baru.

Merespons perkembangan tersebut, Bank Indonesia Babel menegaskan akan terus memperkuat strategi Optimisme, Komitmen, dan Sinergi (OKS) guna menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi daerah.

"BI menyatakan akan terus mendorong investasi hilirisasi di sektor perkebunan dan industri pengolahan, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal, hingga penguatan ketahanan pangan daerah," tegas Rommy.

Selain itu, BI juga mempercepat digitalisasi transaksi melalui penggunaan QRIS, termasuk pengembangan QR Cross Border untuk mendukung transaksi wisatawan asing.

Menurut Rommy, keberadaan penerbangan internasional rute Tanjungpandan–Singapura yang dilayani Scoot Airlines diharapkan dapat memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi baru di Bangka Belitung, khususnya dari sektor pariwisata dan perdagangan.

"Bank Indonesia optimistis sinergi berbagai pihak akan menjadi langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan di Bangka Belitung," terangnya.

(Bangkapos.com/Andini Dwi Hasanah)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.