Penumpang MV Hondius yang terisolasi akibat wabah hantavirus kini menjalani hari-hari penuh ketidakpastian di tengah proses evakuasi internasional. Di balik krisis ini, mereka bukan sekadar data kasus, melainkan manusia yang menghadapi ketakutan dan harapan secara bersamaan.
Kabar terkait penumpang di dalam kapal pun menjadi perbincangan, salah satu gambaran situasinya pun sempat viral setelah seorang penumpang bernama Jake Rosmarin mengunggah video emosional. Sambil menahan tangis, ia meminta dunia melihat mereka sebagai manusia, bukan sekadar berita.
"Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan sekadar tajuk berita, kami adalah manusia yang memiliki keluarga, memiliki kehidupan, dan ada orang-orang yang menunggu kami di rumah," ujar Rosmarin dikutip dari , Kamis (7/5/2026).
Rosmarin mengaku sangat tertekan dengan ketidakpastian yang terjadi di tengah laut. "Ada banyak ketidakpastian dan itu bagian tersulitnya. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapat kejelasan, dan pulang ke rumah," dia menambahkan.
Namun, pernyataan berbeda datang dari penumpang lain, Qasem Elhato. Dari padangannya, situasi di atas kapal sebenarnya jauh lebih tenang daripada yang diberitakan.
"Meskipun reaksinya (Rosmarin) valid, itu tidak mewakili situasi di atas kapal secara keseluruhan. Penumpang lain tetap tenang, situasi terkendali, dan kami hanya berharap mereka yang sakit segera sembuh," kata Qasem.
Qasem menyebut bahwa para penumpang mengisi waktu dengan membaca, menonton film, dan menikmati minuman hangat. Pihak operator, Oceanwide Expeditions, juga menegaskan bahwa suasana di kapal tetap kondusif dan kru terus berupaya memberikan kenyamanan bagi para tamu.
Meski begitu, prosedur kesehatan ketat kini diberlakukan. Seluruh penumpang diminta menjaga jarak sosial, mengenakan masker di dalam ruangan, dan rutin mencuci tangan.
Area santai yang biasanya ramai kini tampak sepi dan hanya terlihat petugas medis dengan alat pelindung diri (APD) lengkap.
Dari laporan , penumpang lain, Helene Goessaert, menggambarkan situasi yang cukup tenang. Dia berujar kondisi di dalam kapal situasinya terkendali.
"Kami menerima informasi secara berkala, informasinya akurat. Selebihnya, kami hanya bisa menunggu," kata Helene.





