Bentengi Indonesia dari Virus Hanta
GH News May 07, 2026 04:09 PM
Jakarta -

Virus Hanta, yang saat ini ramai dibahas karena menyerang kapal pesiar mewah MV Hondius beberapa waktu lalu, sudah mulai dikhawatirkan penyebarannya oleh Kementerian Kesehatan RI. Untuk memperkecil risiko masuknya virus tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sedang memperkuat skrining di gerbang-gerbang kedatangan. Tidak hanya itu, Budi juga langsung berkoordinasi dengan organisasi kesehatan dunia WHO untuk memperoleh pedoman penanganan dan deteksi dini.

Budi mengatakan jika virus yang tengah dicari kasus pertamanya ini merupakan virus berbahaya. Mengutip detikHealth, hingga saat ini sudah ada delapan orang yang terjangkit virus tersebut dan tiga diantaranya meninggal dunia.

"Virus ini kan lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya," kata Menkes dikutip dari detikHealth, Kamis (7/5/2026).

Menanggapi kekhawatiran sejumlah negara termasuk Indonesia, WHO mengatakan jika pola penyebarannya berbeda dengan COVID-19. Namun demikian, WHO juga tidak menampik jika virus Hanta bisa menular ke sesama manusia.

WHO melalui Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, menekankan bahwa risiko hantavirus bagi masyarakat luas tetap rendah. Penularan antarmanusia terjadi dengan adanya kontak yang sangat dekat.

"Ketika kami menyebut 'kontak dekat' untuk penularan antarmanusia, yang kami maksud adalah kontak fisik yang sangat, sangat dekat. Misalnya berbagi kamar tidur, berbagi kabin, atau memberikan perawatan medis langsung. Ini sangat, sangat berbeda dengan COVID dan sangat berbeda dengan influenza," tegas Van Kerkhove, dikutip dari detikHealth.

Lalu seperti apa gejala-gejala yang dialami seseorang yang terjangkit virus Hanta? Fakta apa saja yang sudah diketahui tentang virus ini? Simak paparannya dalam detikSore!

Kembali membahas peristiwa kriminal, detikSore akan mengulas soal badut yang membunuh mertuanya. Satuan (43) yang sehari-hari berprofesi sebagai badut menusuk dan menebas kepala mertuanya. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (6/5) di Dusun Sumbertempur, Desa Sumbergirang, Puri, Mojokerto tersebut sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

Tidak hanya membunuh mertua, Satuan juga sempat menganiaya istrinya dengan membentur-benturkan ke lantai kamar. Satuan juga menyayat leher istrinya dengan pisau dapur.

Bagaimana informasi terbaru terkait kasus ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJatim selengkapnya.

Jelang petang nanti detikSore akan mengulas nasib para guru berstatus non-ASN usai muncul Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2026. Dalam SE tersebut,tertulis jika masa tugas guru non-ASN di sekolah negeri akan berakhir pada 31 Desember 2026.

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan jika kebijakan tersebut mengacu pada Undang-Undang ASN. Lalu apa skema baru yang disiapkan untuk mengakomodasi para guru non-ASN tersebut? Simak diskusinya dalam Sunsetalk detikSore!

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.

"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.