RIBUNKALTARA.COM, TARAKAN – PT Pelindo Tarakan memastikan kesiapan sarana dan prasarana yang ada di Pelabuhan Malundung dalam mendukung pembukaan rute internasional sekaligus mendorong ekspor komoditas unggulan dari Kalimantan Utara ke pasar global.
Manager Operasi Pelindo Tarakan, Ramadan, mengungkapkan aktivitas ekspor dari Tarakan saat ini sudah berjalan, salah satunya melalui pengiriman komoditas ke China.
“Untuk ekspor, saat ini sudah berjalan. Salah satunya LNG iso tank, setiap bulan sekitar 600 sampai 700 ton diekspor langsung ke China oleh PT Kayan Nusantara,” ujarnya.
Selain LNG, peluang ekspor komoditas lain juga terbuka lebar, khususnya hasil perikanan seperti udang, ikan, hingga rumput laut. Ia menyebut, sejumlah perusahaan besar juga telah meminta masukan terkait komoditas potensial yang bisa dikirim ke luar negeri.
Baca juga: Ekspor Langsung Tarakan ke China Terkendala Tarif Logistik, BKHIT Sebut Sistem dan SOP Sudah Siap
“Setiap bulan peluang ekspor itu ada, terutama hasil laut seperti udang, ikan dan rumput laut. Perusahaan besar juga sudah mulai bertanya komoditas apa saja yang bisa diekspor ke China,” jelasnya.
Sebagai operator pelabuhan, PT Pelindo Tarakan terus melakukan transformasi layanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan, baik dari sisi bongkar muat barang, penumpang, hingga pengelolaan general cargo.
“Sejak holding Pelindo, kami semakin gencar melakukan transformasi layanan. Baik fasilitas umum, sistem pelayanan bongkar muat barang, hingga layanan penumpang terus kami tingkatkan,” katanya.
Dalam waktu dekat, Pelindo Tarakan juga akan menerapkan sistem zonasi di kawasan pelabuhan guna mempercepat arus logistik. Nantinya, akses untuk peti kemas, terminal penumpang, dan general cargo akan dipisahkan.
“Kami akan membuka tiga akses berbeda, sehingga masing-masing kegiatan tidak saling mengganggu. Ini untuk mempercepat pelayanan kapal, baik bongkar muat peti kemas maupun penumpang,” terangnya.
Selain itu, pengerukan alur pelayaran juga telah dilakukan untuk memastikan kapal dapat bersandar dengan lebih optimal tanpa hambatan.
“Kami sudah lakukan pengerukan, jadi saat kapal datang tidak perlu lagi menunggu lama. Semua bisa langsung melakukan aktivitas bongkar muat,” tambahnya.
Tak hanya itu, Pelindo juga tengah menyelesaikan pembangunan dermaga apung untuk mendukung rute Tarakan–Tawau yang ditargetkan rampung dalam waktu dekat.
“Dalam minggu ini dermaga apung Tarakan–Tawau sudah selesai. Ini bagian dari kesiapan kami mendukung rute internasional,” ungkapnya.
Untuk menunjang keamanan dan kenyamanan, Pelindo Tarakan juga melengkapi fasilitas pelabuhan dengan sistem pengawasan seperti CCTV dan infrastruktur pendukung lainnya.
"Dengan berbagai peningkatan tersebut, Pelindo optimistis Pelabuhan Malundung Tarakan mampu menjadi pintu gerbang ekspor baru dari Kalimantan Utara serta memperkuat konektivitas internasional," pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah