Cerita Keluarga Korban Bus ALS di Muratara, Aldy Ajak Istri & Anak Merantau ke Riau Ingin Ubah Nasib
Welly Hadinata May 07, 2026 05:38 PM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Kecelakaan maut Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan truk tangki di Jalan Lintas Sumatera wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026), menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban.

Salah satu keluarga korban yang terpukul adalah Hambali (56), warga Way Kanan, Lampung.

Anak, menantu, dan cucunya menjadi penumpang Bus ALS yang tewas dalam insiden tersebut.

Ketiga korban diketahui bernama Aldi (27), istrinya Rani (24), dan anak mereka Bella (2).

Ditemui di rumah singgah keluarga korban di RS Bhayangkara Palembang, Hambali tampak terpukul sambil menunggu hasil identifikasi jenazah dari tim forensik.

“Mereka berangkat dari Lampung sejak Selasa (5/5/2026). Saat ada kabar kecelakaan itu kami telusuri kebenarannya lalu langsung ke Palembang. Kami baru sampai tadi pagi,” kata Hambali, Kamis (7/5/2026).

Hambali mengaku telah menjalani pengambilan sampel DNA untuk membantu proses identifikasi jenazah anak dan menantunya.

“Tadi sudah tes DNA. Untuk anak dan menantu saya rasa tidak ada masalah. Tinggal cucu saja yang belum,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses identifikasi cucunya membutuhkan waktu lebih lama karena kondisi jenazah yang sulit dikenali sehingga diperlukan pencocokan melalui pakaian yang belum dicuci.

Menurut Hambali, Aldi sebelumnya berencana merantau ke Pekanbaru, Riau, untuk menggarap kebun sawit milik keluarga demi memperbaiki ekonomi keluarganya.

“Selama ini kerja serabutan di Way Kanan. Dia ingin mengubah nasib dengan merantau ke Pekanbaru bersama istri dan anaknya,” katanya.

Hambali juga mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum keberangkatan Aldi dan keluarganya. Bahkan, Aldi sempat tertinggal bus lain sebelum akhirnya memilih naik Bus ALS.

“Sebetulnya berat melepas anak saya merantau, tapi ternyata terjadi seperti ini,” tuturnya.

Sementara itu, paman Rani, Kamdi (45), mengatakan pasangan muda tersebut sebenarnya tengah merintis kehidupan baru dan bercita-cita membangun rumah sendiri.

“Kami sempat patungan beli semen dan pasir untuk cetak batako. Aldi sudah sempat membuat sekitar 200 batako,” kata Kamdi.

Namun, impian tersebut kini pupus setelah Aldi, Rani, dan Bella meninggal dunia dalam kecelakaan maut itu.

“Rencananya Rani dan anaknya dimakamkan satu liang, sedangkan Aldi dipisah,” ujarnya.

Hingga kini, keluarga masih menunggu hasil identifikasi resmi dari tim forensik Polda Sumatera Selatan sebelum jenazah dipulangkan ke Lampung. 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.