BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Pembangunan rehabilitasi ruang kelas belajar kelas VI SDN Binuang 10 di Jalan Cempaka, Kelurahan Raya Belanti, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin mulai dikerjakan, Kamis (7/5/2026).
Sejumlah material bangunan berupa pasir dan batu sudah didatangkan pelaksana konstruksi dan ditumpuk di halaman sekolah.
Aktivitas itu menjadi tanda dimulainya proses rehabilitasi bangunan kelas yang sebelumnya mengalami keruntuhan.
Kepala SDN Binuang 10, Yani mengatakan material bangunan mulai masuk setelah pihak sekolah bertemu dengan kontraktor pelaksana proyek rehabilitasi.
“Sejak bertemu dengan kontraktor pelaksana, sudah masuk truk bermuatan pasir dan batu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (7/5/2026).
Meski demikian, bangunan atap ruang kelas yang runtuh masih belum dibongkar oleh pelaksana pembangunan.
Baca juga: Kepala Kemenag Tapin Uji Hafalan Surat Pendek, Dua Siswa MAN 1 Tapin Tak Mampu Menyambung Ayat
Menurut Yani, pihak sekolah bersama kontraktor sudah menyepakati material bongkaran berupa kayu yang masih layak pakai akan dikumpulkan dan diamankan karena merupakan aset milik Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin.
“Bangunan yang runtuh belum dibongkar. Kayu-kayu yang masih layak nanti dikumpulkan karena itu aset Dinas Pendidikan,” jelasnya.
Selama proses rehabilitasi berlangsung, pihak sekolah juga telah menyiapkan ruang perpustakaan sebagai tempat hunian sementara bagi tukang dan pekerja proyek pembangunan.
Sementara itu, Ketua Komite SDN Binuang 10, Pahrudin mengatakan persoalan rumah warga yang terdampak akibat runtuhnya bangunan ruang kelas kini sudah teratasi.
Dia menyebut rumah warga tersebut rencananya akan diusulkan masuk dalam program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Tapin.
“Rencana pak Ketua RT, rumah tersebut diusulkan untuk program bedah rumah Pemerintah Kabupaten Tapin,” ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id/ Mukhtar Wahid)