BANJARMASINPOST.CO.ID - Di tengah perkembangan sektor jasa dan industri, pertanian tetap menjadi sumber penghidupan utama bagi ratusan ribu warga di Kalimantan Selatan (Kalsel)
Berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah mencapai 681,38 ribu orang atau sekitar 31,70 persen dari total penduduk bekerja.
Plh Kepala BPS Kalimantan Selatan, Ahmad Mudzakkir, memaparkan, jumlah penduduk bekerja di Kalsel Februari 2026 tercatat sebanyak 2,15 juta orang.
Baca juga: Edukasi Warga Banjar Terhindar Bahaya Investasi Bodong, Workshop Pasar Modal Syariah 2026 Digelar
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kalsel pada Februari 2026 berada di angka 3,80 persen atau turun 0,14 persen poin dibanding Februari 2025. Sementara jumlah penganggur tercatat sebanyak 84,8 ribu orang.
Selain sektor pertanian, lapangan usaha yang banyak menyerap tenaga kerja lainnya adalah sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar 17,89 persen serta Industri Pengolahan sebesar 7,43 persen.
Adapun sektor formal menunjukkan tren peningkatan. Sebanyak 925,24 ribu orang atau 43,04 persen pekerja kini berada di sektor formal, naik 2,14 persen poin dibanding tahun sebelumnya.
Namun demikian, mayoritas pekerja di Kalimantan Selatan masih berada di sektor informal dengan jumlah mencapai 1,22 juta orang.
Jumlah angkatan kerja di Kalsel mencapai 2,23 juta orang, sedangkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) berada di angka 69,07 persen. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)