TRIBUNJAKARTA.COM - Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Triwulan I-2026 Capai 5,59 Persen secara year-on-year (y-on-y), dan 0,48 persen secara quarter-to-quarter (q-to-q).
Total nilai ekonomi Jakarta pada Triwulan I-2026 yang dicerminkan dari dari Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Harga Berlaku (PDRB ADHB) mencapai Rp1.028,44 triliun dan Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) mencapai Rp 585,31 triliun.
Data tersebut dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DKI Jakarta pada Kamis (7/5/2026).
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 10,84 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Lapangan Usaha Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib yang tumbuh sebesar 11,57 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Lembaga Non-Profit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 3,97 persen.
Stafsus Gubernur Jakarta Bidang Komunikasi Sosial, Chico Hakim angkat bicara mengenai data pertumbuhan ekonomi Jakarta terbaru itu.
Menurutnya, kebijakan Gubernur Pramono Anung dalam memperkuat daya beli masyarakat dan mendorong investasi mulai menunjukkan hasil yang sangat baik.
Pemprov Jakarta berkomitmen penuh untuk mempertahankan dan bahkan meningkatkan laju pertumbuhan ini melalui berbagai program prioritas yang pro-rakyat dan pro-pembangunan. Dengan fondasi ekonomi yang semakin kokoh, Jakarta siap menyambut masa depan yang lebih cerah, inklusif, dan penuh peluang bagi semua warga.
"Kami optimis Jakarta akan terus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif," ujar Chico dalam keterangannya.