TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Suasana duka menyelimuti Kabupaten Buton Tengah, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyusul berpulangnya Ketua DPRD Buteng, Sa’al Musrimin Hadi.
Kepergian politisi PDI Perjuangan ini menjadi kehilangan besar bagi panggung politik di Bumi Anoa.
Musrimin mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Kanker Dharmais, Jakarta, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB, setelah dua bulan berjuang melawan komplikasi penyakit.
Kepulangan jenazah ke tanah kelahiran di Kelurahan Tolandona, Kecamatan Sangia Wambulu, Kamis (7/5/2026) disambut aksi solidaritas warga yang mengharukan.
Setibanya di dermaga penyeberangan Tolandona, peti jenazah yang dibungkus rapi pelindung plastik itu tidak dapat langsung dibawa ke ambulans karena kondisi perairan yang sedang surut.
Baca juga: Jenazah Ketua DPRD Buton Tengah Saal Musrimin Dipulangkan ke Buteng Sulawesi Tenggara Kamis Pagi
Alhasil, warga, kerabat, hingga aparat TNI-Polri bahu-membahu menggotong peti jenazah melintasi area pesisir yang berlumpur dan medan berbatu dari bibir pantai.
Langkah kaki warga yang berat di atas tanah berlumpur mengiringi kepulangan sosok yang dikenal dekat dengan rakyat kecil tersebut.
Isak tangis keluarga pecah saat peti jenazah akhirnya berhasil melewati pagar pembatas dermaga dan dimasukkan dengan hati-hati ke dalam mobil ambulans untuk dibawa ke rumah duka.
Juru Bicara DPD PDI P Sulawesi Tenggara, Agus Sana'a, mengonfirmasi bahwa almarhum meninggal dunia akibat komplikasi penyakit yang berawal dari diabetes melitus hingga menyebabkan gagal ginjal.
"Benar, kami kehilangan salah satu kader terbaik. Beliau dinyatakan meninggal dunia siang tadi setelah berjuang melawan sakitnya," ujar Agus saat dihubungi dari Kendari, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Ketua DPRD Buton Tengah Saal Musrimin Hadi Meninggal Dunia, Berjuang Melawan Komplikasi Diabetes
Menurut Agus, integritas dan loyalitas Musrimin dalam membesarkan partai di Buton Tengah merupakan alasan almarhum dipercaya mengemban jabatan strategis ganda, yakni sebagai Ketua DPC PDIP sekaligus Ketua DPRD Buteng.
Kepergiannya tidak hanya meninggalkan kekosongan di kursi legislatif, tetapi juga duka mendalam bagi rekan kerja di lingkungan pemerintahan yang mengenalnya sebagai sosok berdedikasi tinggi.
Sebelum menjalani perawatan medis yang komprehensif di Jakarta selama dua bulan terakhir, Musrimin diketahui telah mengupayakan berbagai jalur penyembuhan, termasuk metode tradisional.
Agus mengenang salah satu diskusi terakhirnya dengan almarhum mengenai ikhtiar tersebut.
"Beberapa bulan lalu saya sempat berdiskusi dengan beliau soal itu, dan beliau mengaku hampir semua ikhtiar pengobatan sudah dicoba," kenang Agus.
Baca juga: Pemuda Asal Mawasangka Tengah Buton Tengah Derita Tumor, Butuh Uluran Tangan untuk Berobat
Kini, pengabdian panjang sang politisi telah usai, meninggalkan rekam jejak kepemimpinan yang akan terus diingat oleh masyarakat Buton Tengah. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)