TRIBUNJAKARTA.COM - Psikolog sekaligus konten kreator, Lita Gading, melontarkan kritik keras terhadap pernyataan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, terkait influencer yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebelumnya, Nanik menyebut ada influencer yang sengaja mengkritik program MBG pemerintah demi membuat konten ramai dan meraih perhatian publik di media sosial.
Pernyataan tersebut kemudian ditanggapi langsung oleh Lita Gading melalui unggahan videonya.
Ia menegaskan bahwa tak semua influencer membuat konten hanya demi viral atau mencari tambahan pengikut.
"Hebat ya, ibu. Saya juga influencer sekaligus psikolog paham? Tapi saya bukan hanya ingin mendapatkan follower atau viral, tidak," ujar Lita Gading.
Menurutnya, kritik yang disampaikan para influencer terkait program MBG muncul berdasarkan kondisi nyata yang terjadi di lapangan.
"Saya bicara tentang kenyataan, apa yang ada di lapangan. Anda sebagai pejabat di BGN harusnya berpikir, instropeksi jangan ngomong kayak begitu. Paham? Aneh ya kalian itu sebagai pejabat-pejabat harusnya memberikan influence yang bagus kepada masyarakat," katanya.
Lita menilai pejabat publik seharusnya memberikan pengaruh positif kepada masyarakat, bukan justru menuduh pihak yang menyampaikan kritik.
Influencer, kata Lita, juga memiliki fungsi menyampaikan informasi dan edukasi publik.
"Influencer memang tugasnya untuk memberikan informasi kepada seluruh masyarakat. Kalau kasusnya memang ini yang terjadi di masyarakat ya kita up. Sama seperti saya influencer edukasi. Apa yang terlihat dan dilihat oleh masyarakat dan dirasakan oleh masyarakat itu yang di-publish," katanya.
Lita Gading juga menyinggung dugaan kasus keracunan yang dikaitkan dengan program MBG.
Ia meminta pemerintah fokus melakukan evaluasi dan perbaikan dibanding menyerang pihak yang mengkritik.
"Mikir, perbaiki dan akan saya tuntut juga tuh SPPG, memalukan tahu enggak. MBG Itu tidak bermanfaat kepada masyarakat luas terutama anak-anak, keracunan siapa yang tanggung jawab? Perbaiki dong," tegasnya.