Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma menerima laporan dugaan penahanan kendaraan Timor Leste.
Praktik tersebut dilakukan oknum debt collector setelah membuntuti kendaraan Timor Leste saat berada di wilayah NTT.
Laporan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama delegasi Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) yang membahas kerja sama di sektor pariwisata, perdagangan dan perindustrian, pertanian, serta peternakan, Kamis (7/5/2026).
Dalam laporan itu disebutkan, kendaraan berpelat nomor Timor Leste diduga sengaja ditahan oleh oknum tertentu dengan tujuan memperoleh sejumlah uang dari para pengunjung.
Kondisi ini dinilai meresahkan serta berpotensi mengganggu kenyamanan dan hubungan baik antara masyarakat NTT dan Timor Leste yang selama ini terjalin melalui interaksi sosial dan ekonomi lintas batas.
Menanggapi hal tersebut, Johni menyebut tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan. Ia menilai praktik tersebut dapat berdampak negatif terhadap citra daerah serta menghambat upaya penguatan kerja sama antara NTT dan Timor Leste, khususnya di sektor pariwisata dan perdagangan.
“Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen menciptakan rasa aman dan nyaman bagi seluruh tamu maupun investor yang datang ke daerah,” kata mantan Kapolda NTT itu.
Sebagai tindak lanjut, persoalan ini akan dilaporkan kepada Polda NTT guna ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Pemerintah juga mengimbau seluruh pihak untuk menjaga ketertiban dan mendukung hubungan kerja sama yang harmonis antara NTT dan Timor Leste.
Pertemuan tersebut turut dihadiri delegasi RDTL, antara lain Direktur Nasional Perdagangan Urusan Luar Negeri Mario Abrao, Atase Perdagangan Salvador Serrao Dos Santos, Sekretaris III Konsulat RDTL di Kupang Cesaltina Da Costa Da Silva, serta staf teknik perdagangan Lino Marques Sarmento dan Dominggos Monteiro Xavier. (fan)