POS-KUPANG.COM - . Peluang pelaku UMKM untuk mendapar KUR 2026 masih terbuka lebar.
Dari target Rp 320 Triliun KUR 2026, hingga awal Mei baru terealisasi Rp 96 Triliun.
Dana KUR 2026 yang sudah terealisasi itu diberikan kepada 1,5 Juta UMKM dengan mayoritas Usaha Mikro.
Tercatat Rp 70 Triliun dari realisasi KUR 2026 diberikan kepada Usaha Mikro.
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman melaporkan hingga Minggu (3/5/2026) realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp 96 triliun. Adapun target penyaluran KUR UMKM tahun ini naik menjadi Rp 320 triliun.
"Sampai tanggal 3 Mei 2026 kemarin total debitur telah mencapai 1,5 juta dan penyaluran ke sektor produksi mencapai 63 persen," kata Maman dalam Konferensi Pers Rapat Tingkat Menteri, di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Baca juga: Penyaluran KUR UMKM Sudah Tembus Rp70 Triliun
Maman turut melaporkan dari total Rp 96 triliun ini, sebanyak Rp 70 triliun telah disalurkan kepada sektor mikro di desil 1 hingga desil 4 dalam rangka mengatasi kemiskinan ekstrem.
Alasannya, Sektor mikro ini berkontribusi terhadap upaya untuk menghilangkan kemiskinan ekstrim. "Karena sebagian besar yang bekerja di Sektor mikro rata-rata juga ini keluarga-keluarga kita yang memang masuk dalam kategori kemiskinan ekstrim," jelas Maman.
Maman menyebut prioritas penyaluran KUR diberikan kepada sektor mikro lantaran pemerintah berupaya mengurangi angka pekerja informal dan meningkatkan porsi pekerja formal.
Dalam kesempatan itu, Maman juga menegaskan alokasi kredit perbankan pada sektor UMKM terus meningkat dalam 10 tahun terakhir. Hal ini juga menjadi upaya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha di tanah air.
Maman mencatat, pada tahun 2025 saja, jumlah alokasi kredit yang dialokasikan perbankan nasional ke sektor UMKM mencapai 1.600 triliun. Dari jumlah tersebut yang disalurkan menggunakan skema KUR mencapai Rp 300 triliun.
"Jadi yang KUR-nya Rp 300 triliun dan 1.300 triliun non KUR," ungkapnya.
Maman menjelaskan bahwa alokasi kredit UMKM tidak bisa hanya dilihat dari jumlahnya.
Pasalnya, ada beberapa kondisi UMKM bisa melakukan produksi dan mendapatkan akses pembiayaan namun terkendala dalam pemasaran produk.
Untuk itu, pemerintah tidak hanya hanya mendorong percepatan realisasi KUR saja, namun juga mengamankan pasar setidaknya di dalam negeri.
"Inilah makanya kalau Kementerian UMKM bicara tentang skema pembiayaan berjalannya seiringan dengan aspek sterilisasi pasar agar tetap bisa menjual produknya," tegas Maman.
Baca juga: Penyaluran KUR UMKM Sudah Tembus Rp70 Triliun
Berikut Syarat KUR 2026
WNI: Memiliki e-KTP dan Kartu Keluarga (KK).
Usaha Produktif: Usaha sudah berjalan minimal 6 bulan.
Bebas Kredit: Tidak sedang memiliki kredit produktif (modal kerja/investasi) dari lembaga keuangan lain.
Riwayat Kredit: Memiliki riwayat kredit yang baik/bersih (lolos SLIK OJK).
Agunan: Biasanya diperlukan agunan untuk plafon > Rp100 juta, sedangkan KUR Mikro < Rp50>
2. Dokumen yang Harus Disiapkan
Fotokopi KTP dan KK.
Surat Izin Usaha (NIB/SKU dari kelurahan atau OSS).
NPWP aktif (wajib untuk pinjaman > Rp50 juta).
Foto lokasi usaha (tampak depan dan dalam).
Dokumen jaminan (untuk KUR Kecil/Ritel
Cara Pinjam KUR BRI 2026
BRI adalah salah satu bank pemerintah yang menyalurkan banyak KUR. BRI memiliki berbagai jenis KUR pada tahun 2025 ini, yaitu KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR TKI. Penyaluran KUR tertuju kepada nasabah yang selama ini belum pernah mendapatkan pinjaman dari bank.
Ketiga KUR tersebut sama-sama menetapkan bunga sebesar 6 % per tahun. Namun setiap KUR memiliki batas plafon pinjaman yang berbeda-beda.
Tidak sulit untuk mengajukan KUR BRI. Nasabah bisa mengajukan KUR BRI dengan dua cara, yakni datang langsung ke kantor bank atau secara online.
"Ke bank bawa KTP, NIB (nomor induk berusaha), serta pernyataan bahwa usaha yang dijalankan telah berlangsung kurang lebih 6 bulan," ungkap salah satu pegawai BRI.
Jika ingin mengajukan KUR BRI 2026 secara online, ikuti cara berikut:
Setelah pengajuan ini, nasabah akan menjalani survei secara fisik. Kemudian, nasabah tetap harus datang ke kantor BRI terdekat untuk proses selanjutnya, salah satunya untuk tanda tangan dokumen.
Tabel Angsuran KUR BRI 2026
Jumlah itu turun dibandingkan periode Januari-Februari 2026, cicilan KUR BRI sebesar Rp 88.333 per bulan untuk pinjaman dan tenor yang sama.
Berikut perbandingan cicilan KUR BRI April 2026 dibandingkan awal tahun
Tabel KUR BRI Mei 2026
Pinjaman Rp 1 juta
12 bulan: Rp 86.527
18 bulan: Rp 58.685
24 bulan: Rp 44.773
36 bulan: Rp 30.877
48 bulan: Rp 23.946
60 bulan: Rp 19.801
Pinjaman Rp 5 juta
12 bulan: Rp 432.634
18 bulan: Rp 293.425
24 bulan: Rp 223.863
36 bulan: Rp 154.385
48 bulan: Rp 119.731
60 bulan: Rp 99.006
Pinjaman Rp 10 juta
12 bulan: Rp 865.267
18 bulan: Rp 586.850
24 bulan: Rp 447.726
36 bulan: Rp 308.771
48 bulan: Rp 239.462
60 bulan: Rp 198.012
Pinjaman Rp 20 juta:
12 bulan: Rp 1.730.535
18 bulan: Rp 1.173.700
24 bulan: Rp 895.452
36 bulan: Rp 617.542
48 bulan: Rp 478.925
60 bulan: Rp 396.024
Pinjaman Rp 30 juta
12 bulan: Rp 2.595.802
18 bulan: Rp 1.760.550
24 bulan: Rp 1.343.177
36 bulan: Rp 926.313
48 bulan: Rp 718.387
60 bulan: Rp 594.036
Pinjaman Rp 40 juta
bulan: Rp 3.461.070
18 bulan: Rp 2.347.399
24 bulan: Rp 1.790.903
36 bulan: Rp 1.235.084
48 bulan: Rp 957.850
60 bulan: Rp 792.048
Pinjaman Rp 50 juta
12 bulan: Rp 4.326.337
18 bulan: Rp 2.934.249
24 bulan: Rp 2.238.629
36 bulan: Rp 1.543.855
48 bulan: Rp 1.197.312
60 bulan: Rp 990.060 (*)