Kisah Rosa Warga Surabaya Jadi Mualaf dari Rutin Scroll TikTok dan Ikuti Ceramah Islam
Samsul Arifin May 07, 2026 11:14 PM

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Hanggara Pratama

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Kebiasaan menonton konten ceramah agama Islam di TikTok membawa perubahan besar dalam hidup Rosa Yolanda Esther (31), warga Lawang Seketeng, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya.

Berawal dari sering menonton video ceramah agama Islam di media sosial, Rosa akhirnya mantap memeluk Islam dan resmi menjadi mualaf di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Madura Kamis (7/5/2026).

Dengan suara lirih dan penuh haru, Rosa mengucapkan dua kalimat syahadat di Musholla Al Ikhlas Kemenag Sampang.

Prosesi tersebut dipimpin langsung oleh Plt Kepala Kemenag Sampang, Abdul Wafi, serta disaksikan puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag.

Baca juga: Kisah Wen Chao, Pekerja Asal Tiongkok di JIIPE Gresik Jadi Mualaf usai Terpikat Ibadah Rekan Kerja

Berawal dari Scroll TikTok

Keputusan Rosa memeluk Islam disebut bukan sesuatu yang instan. 

Dia mengaku mulai tertarik mengenal Islam setelah kerap menemukan konten dakwah saat membuka aplikasi TikTok.

"Awalnya sering scroll TikTok lalu muncul ceramah-ceramah agama Islam. Dari situ saya mulai tertarik dan terus mengikuti kajian-kajian," ujarnya.

Rasa penasaran itu perlahan berubah menjadi ketertarikan mendalam. 

Bahkan sejak tahun lalu, Rosa mengaku sudah memiliki keinginan untuk masuk Islam.

Dia juga mulai belajar mengenakan jilbab meski belum rutin digunakan setiap hari.

Baca juga: Reaksi Justin Hubner saat Jennifer Coppen Bahas Mualaf, Singgung Kemungkinan Jika Menikah: Jago

Mulai Belajar Memakai Jilbab

"Saya merasa nyaman saat memakai jilbab. Hati saya juga lebih tenang setiap mendengarkan ceramah agama," terangnya.

Semakin sering mendalami ajaran Islam melalui ceramah yang ditontonnya, Rosa merasa keyakinannya semakin kuat hingga akhirnya memutuskan mengucapkan syahadat.

"Sampai akhirnya sekarang saya ditakdirkan bisa masuk Islam," tuturnya.

Rosa turut menyampaikan rasa terima kasih kepada Kemenag Sampang yang telah memfasilitasi proses tersebut.

"Saya berharap mendapat bimbingan agar bisa memahami Islam lebih mendalam," harapnya.

Sementara, Plt Kepala Kemenag Sampang, Abdul Wafi menyampaikan, menjadi mualaf merupakan awal perjalanan baru yang membutuhkan pendampingan dan pembelajaran secara bertahap.

"Kami akan mendampingi saudari Rosa agar bisa belajar dan memahami ajaran Islam dengan baik," katanya.

Menurutnya, memeluk Islam bukan hanya sekadar pengakuan secara lisan, tetapi juga keyakinan yang tumbuh dari hati.

"Islam bukan hanya diyakini secara lahiriah, tapi juga harus diyakini dalam hati," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.