Screenshot Chat Mesum Viral di Medsos, Camat di Lamongan Hilang Jabatan
Saifullah May 08, 2026 12:03 AM

 

 Kasus ini jadi heboh setelah video dan tangkapan layar percakapan pribadi sang oknum camat beredar luas di media sosial (medsos).

SERAMBINEWS.COM, LAMONGAN - Kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan seorang oknum camat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menjadi perhatian publik.

Kasus ini jadi heboh setelah video dan tangkapan layar percakapan pribadi sang oknum camat beredar luas di media sosial (medsos).

Video tersebut memperlihatkan sosok pria yang diduga camat berjalan bersama seorang perempuan.

Sementara tangkapan layar percakapan bernuansa tidak pantas semakin memperkuat dugaan adanya hubungan terlarang.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi langsung merespons isu ini dengan langkah tegas. 

Ia menyatakan bahwa mutasi terhadap camat tersebut dilakukan sebagai bagian dari sanksi sementara, sambil menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat Pemkab Lamongan.

Menurutnya, mutasi bukan sekadar rotasi jabatan, melainkan bentuk penegakan disiplin agar proses pemeriksaan berjalan lebih objektif tanpa intervensi dari posisi lama.

Baca juga: Viral! Oknum Pegawai Disdik Pasuruan Diduga Mesum dalam Mobil Dinas, Kepergok Satpol PP

Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes ini menekankan, bahwa seorang camat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus pejabat publik memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga etika dan nama baik institusi.

Ia menegaskan, etika sosial dan integritas harus dijunjung tinggi, terlebih karena camat membawahi wilayah kecamatan dan menjadi figur yang dilihat langsung oleh masyarakat.

Dugaan perselingkuhan ini, menurutnya, mencoreng citra birokrasi dan bisa menurunkan kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Kasus ini muncul hanya dua hari setelah Bupati Lamongan melantik 34 pejabat baru di lingkungan Pemkab. 

Momentum tersebut seharusnya menjadi awal semangat baru dalam tata kelola pemerintahan, namun justru tercoreng oleh isu moral yang melibatkan pejabat di tingkat kecamatan.

Publik pun ramai membicarakan kasus ini, dengan banyak pihak menuntut agar pemerintah daerah bersikap transparan dan memberikan sanksi tegas jika terbukti ada pelanggaran.

Baca juga: Video Mesum Oknum Polisi Polres Rote Ndao dengan Wanita Viral, Bripda FCL Langsung Diproses Hukum

Selain aspek hukum dan disiplin ASN, kasus ini juga menyoroti pentingnya penggunaan media sosial dalam pengawasan publik. 

Video dan percakapan yang viral menjadi bukti bahwa perilaku pejabat kini lebih mudah terpantau masyarakat.

Hal ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pejabat publik harus menjaga perilaku, baik di ruang privat maupun publik, karena setiap tindakan bisa berdampak pada reputasi institusi.

Dengan mutasi sementara dan pemeriksaan yang sedang berjalan, publik menunggu hasil investigasi resmi dari Inspektorat. 

Apabila terbukti bersalah, sanksi lebih berat bisa dijatuhkan sesuai aturan ASN.

Baca juga: Kakek Bejat Tega Rudapaksa Tetangganya Remaja Difabel hingga Melahirkan, Pelaku Kini Jadi Pesakitan

Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pejabat di Lamongan agar selalu menjaga integritas, etika, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.