Terbongkar Modus Kiai Cabul di Pati, Santriwati Diarahkan Tidur Bareng dengan Dalih Penyembuhan
Eri Ariyanto May 08, 2026 01:44 AM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Kasus dugaan pencabulan yang menyeret Ashari, seorang kiai di Pati, Jawa Tengah kembali menyita perhatian publik setelah fakta-fakta baru mulai terungkap ke permukaan.

Modus yang digunakan diduga sangat terselubung dengan memanfaatkan posisi pelaku sebagai tokoh agama yang dihormati di lingkungan sekitar.

Para santriwati disebut-sebut diarahkan untuk mengikuti “pengobatan” khusus yang diklaim dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Namun di balik dalih tersebut, korban justru diduga diminta untuk melakukan tindakan yang tidak pantas, termasuk tidur satu ruangan dengan pelaku.

Kondisi ini membuat para korban berada dalam tekanan psikologis karena merasa tidak berdaya dan takut menolak arahan tersebut.

Sejumlah pihak mulai mempertanyakan praktik yang terjadi di lingkungan pesantren tersebut setelah munculnya pengakuan para santriwati.

Kasus ini pun memicu kemarahan publik karena dianggap mencederai nilai-nilai agama dan moral yang seharusnya dijunjung tinggi.

Aparat penegak hukum kini disebut tengah mendalami laporan serta mengumpulkan keterangan dari para saksi dan korban.

Perkembangan kasus ini terus menjadi sorotan karena menyangkut dugaan penyalahgunaan wewenang dan kepercayaan terhadap figur agama.

Baca juga: Akhir Pelarian Kiai Ashari Tersangka Pelecehan Seksual 50 Santriwati di Pati, Ditangkap di Wonogiri

Seperti diketahui, salah satu mantan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Pati mengurai kesaksian soal kasus dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari.

Mantan santriwati bernama samaran Tari itu mengaku dirinya pernah menjadi korban kebejatan Kiai Ashari.

Hingga akhirnya Tari pun mantap melaporkan Ashari ke polisi setelah enam tahun bungkam.

Tari adalah satu di antara puluhan santriwati yang diduga pernah dilecehkan Kiai Ashari.

Dalam podcast bersama artis Denny Sumargo, Tari menceritakan awal mula dirinya diperlakukan tak senonoh oleh Ashari.

Kejadian bermula saat Tari duduk di kelas 9 SMP.

Di pesantren tersebut, Tari yang sudah karib dengan Kiai Ashari secara tiba-tiba disuruh untuk memijat pemilik ponpes tersebut.

Setelah disuruh pijat, wajah Tari pun dicium.

Namun kata Tari, kebiasaan Kiai Ashari mencium wanita itu adalah hal lumrah yang dilakukannya di lingkungan pesantren.

"Awal mulanya disuruh mijetin. Terus dicium. Kalau udah selesai kan pamitan, terus dicium (pipi kanan kiri bibir), di situ biasa, kalau sudah ndalem sama pak Kiai biasa. Tapi kalau santri biasa cuma salam tangan," ungkap Tari.

KIAI CABUL PATI - Terbongkar modus kiai di Pati, santriwati diduga diajak tidur bareng dalih penyembuhan penyakit (YouTube/Denny Sumargo)

Seiring berjalannya waktu, Tari tak cuma disuruh memijat Ashari saja.

Ia juga diminta beberapa kali menemani sang Kiai berziarah hingga datang ke acara sholawatan.

Di situlah Tari mendapatkan perlakuan tak biasa yakni disuruh menemani Kiai Ashari tidur di kamar.

"Berjalannya seiring waktu, terus bertahap, sering diajak ziarah, diajak pergi sholawatan. Biasanya berdua, biasanya rame-rame. Kalau santri kan melekatnya harus tawadu," pungkas Tari.

"Pas ziarah enggak ada perbuatan aneh-aneh?" tanya Denny Sumargo alias Densu.

"Kalau abis ziarah sama sholawatan, biasanya langsung diajak nemenin tidur. Enggak sampai berhubungan sih," ujar Tari.

"Tidur maksudnya tidur satu kamar? lah dalilnya apa?" tanya Densu penasaran.

"Kalau kesannya itu, katanya, di sana kan ada guru torikoh, bilangnya disuruh guru torikoh itu, ini bagian dari nyembuhin sakit," jawab Tari.

Terkejut mendengar cerita Tari, Densu pun kembali bertanya.

Hingga Tari pun blak-blakan soal alibi Ashari nekat mengajak santriwatinya tidur bareng di kamar.

Kata Tari, Ashari menyebut bahwa dengan tidur bareng dengannya, penyakit iri dengki di hati Tari bisa sembuh.

"Lah emangnya kamu sakit?" tanya Densu.

"Katanya gitu, saya banyak iri, saya banyak penyakit dalam, semacam iri dengki, banyak fitnah," ujar Tari.

"Oh jadi ceritanya dia melihat kamu, terus dia menerawang," pungkas Densu.

"Iya. (Kata kiai) 'kamu itu banyak sakitnya, kamu itu iri dengki, obatnya gini'," ucap Tari.

"Oh obatnya tidur bareng?" tanya Densu.

"Iya, salah satu obat. Aku enggak nangkepnya gimana gimana. Cuma aku mikir 'emang aku seburuk itu'. Kadang mau kadang menolak juga. Takut sih pak, aku enggak pernah tidur beneran, cuma merem aja," ungkap Tari.

Setelah sering diajak tidur bareng, Tari pun kian syok saat diminta melakukan hal menjijikan.

Yaitu Tari disuruh memasukkan alat kelamin Ashari ke mulutnya.

Lagi-lagi, Ashari mengurai alasan aneh agar santriwatinya melakukan hal tak senonoh tersebut.

"Pernah satu kejadian pak Kiai sampai bilang disuruh emut (alat kelamin), biar nanti ada darah daging di tubuh saya," ungkap Tari.

"Inisial A ini keinginanya itu memasukkan alat kelaminnya di mulut, ditelan, agar diakui nabi dan umat dan guru torikohnya," sambung pengacara Tari.

Pelaku ditangkap

Sementara itu, sang pelaku yakni Kiai Ashari kini resmi ditangkap.

Sebelumnya, Ashari sempat diamankan dari pondok pesantren usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencabulan.

Namun setelah ditangkap, Ashari dilepaskan meskipun berstatus tersangka.

Saat dipanggil penyidik untuk menjalani pemeriksaan, Ashari justru melarikan diri. 

Polisi akhirnya melakukan pengejaran hingga berhasil melacak keberadaannya di wilayah Wonogiri. 

Tersangka diamankan tanpa perlawanan di area Masjid Agung Purwantoro, Wonogiri. 

“Kami pastikan tidak ada ruang bagi pelaku kekerasan terhadap anak untuk bersembunyi," kata Kapolresta Pati, Kombes Pol Jaka Wahyudi.

Atas kelakuan bejatnya, Ashari terancam dijerat sejumlah pasal berlapis, di antaranya Undang-Undang Perlindungan Anak, UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), serta pasal persetubuhan terhadap anak dalam KUHP.

(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.